Berapa Hutang Indonesia Kepada Asing?

Kita baru saja dihebohkan oleh kesimpangsiuran berita tentang hutang Indonesia kepada IMF (International Monetary Fund).  Pemerintah (melalui Presiden dan Sekretaris Kabinet) mengeluarkan pernyataan tentang hutang Indonesia kepada IMF sebesar USD 2,79 milliar. Terang saja, SBY (mantan Presiden RI ke 6) langsung melontarkan pernyataan kritis sehari kemudian (28/4/15) bahwa hutang Indonesia kepada IMF sebesar USD 9,1 milliar atau setara dengan Rp 117 triliun telah lunas pada masa pemerintahannya, yaitu tahun 2006 atau empat tahun lebih cepat dari jatuh tempo. Pernyataan SBY dibenarkan oleh Benedict Bingham (Adviser IMF). Bahkan Menteri Keuangan (Bambang Brodjonegoro) mengklarifikasi bahwa dana sebesar USD 2,79 milliar itu bukan hutang yang harus dibayar oleh Indonesia kepada IMF, melainkan fasilitas special drawing right (SDR) dari IMF kepada semua negara anggotanya, dalam hal ini termasuk Bank Indonesia. SDR ibarat cadangan devisa yang bisa dipinjam sewaktu-waktu jika dirasa perlu oleh Bank Indonesia untuk memperkuat cadangan devisa negara. Clear. Hutang Indonesia kepada IMF telah lunas sejak 2006.

Lalu, apakah itu berarti sekarang Indonesia sudah tidak memiliki hutang luar negeri ?. Huss, lu pikir duit Indonesia punya nenek lu ?. Ya, ndak lah. Indonesia masih memiliki hutang kepada lembaga donor, diantaranya World Bank dan Asia Development Bank (ah, jadi malu).

Berapa hutang Indonesia kepada asing ?. Bank Indonesia (BI) mencatat, hutang luar negeri Indonesia pada Januari 2015 mencapai USD 298,6 milliar. Angka ini naik 2,05 persen dibandingkan hutang luar negeri di Desember 2014 sebesar USD 292,6 milliar. Hutang swasta menyumbang porsi terbesar dari total ULN (Utang Luar Negeri) Indonesia dengan nilai USD 162,9 milliar. Sektor penyumbang terbesar hutang swasta pada Januari 2015 berasal dari sektor keuangan (USD 47,2 milliar), industri pengolahan (USD 32,2 milliar), pertambangan (USD 26,4 milliar), serta listrik, gas, dan air bersih (USD 19,2 milliar).

Total hutang Indonesia kepada asing (baik hutang swasta maupun pemerintah) sebesar USD 298,6 miliar, jika dibagi dengan semua penduduk Indonesia – termasuk bayi yang baru lahir – sejumlah 237.641.326 jiwa (BPS, 2010), maka satu penduduk Indonesia akan menanggung hutang sebesar Rp 16.271.875,2 (menggunakan kurs dollar USD 1 = Rp. 12.950). Bisa dibayangkan, kalau dana sebesar itu dibelikan batu akik, bisa-bisa kita bakal punya gunung akik !. Wah..wah.. wah.. ternyata hutang Indonesia kepada asing banyak banget ya ?. Eits, siapa bilang ?. Sedikit dan banyak itu relatif. Tergantung pembandingnya. Jika dibandingkan dengan penghasilan kamu, ya jelas, hutang segitu banyak bingits. Bahkan tidak bakal lunas selama tujuh turunan dan tujuh tanjakan. Tapi jika dibandingkan dengan Produk Domestik Bruto (PDB), kita bisa sedikit lega.  Hutang luar negeri kita hanya sekitar 26 % dari PDB. Artinya, tidak besar pasak daripada tiang. Disini, kadang kita merasa bangga, Indonesia menempati peringkat 16 besar ekonomi dunia.

Sekarang, mari kita lihat hutang negara-negara lain di dunia dibandingkan dengan PDB negara mereka (diurutkan dari paling besar ke kecil).

1. Jepang – USD 10,46 triliun (245,5 % dari PDB)

Perekonomian negeri sakura yang ikut terjerat resesi global banyak mengalami kemajuan sejak era Perdana Menteri Shinzo Abe. Namun kebijakan ofensif Abe yang memperbesar belanja pemerintah demi pertumbuhan ekonomi justru memperbesar rasio hutang negara.

2. Yunani – USD 447 miliar (171 % dari PDB)

Yunani masih menggantungkan nasibnya pada bantuan Eropa. Negeri yang babak belur oleh krisis ekonomi itu tengah berupaya mengajukan pemotongan utang kepada para krediturnya.

3. Italia – USD 2,25 triliun (136 % dari PDB)

Untuk mengatasi hutang, pemerintah Roma memprivatisasi aset negara, antara lain sebagian saham di perusahaan jasa pos nasional, Poste Italiane.

4. Portugal – USD 293 miliar (128,7 % dari PDB)

Selama bertahun-tahun Portugal memompa kemakmuran lewat utang. Mungkin ini alasan Cristiano Ronaldo merumput di Espanyola (lah, apa hubungannya coba ?).

5. Amerika Serikat – USD 16,3 triliun (105,1 % dari PDB)

Rating kredit AS diturunkan dari AAA menjadi AA+ pada 2011 lalu. Sejak krisis melanda 2008 silam, Washington menggelontorkan dana miliaran untuk menopang pertumbuhan ekonomi melalui belanja infrastruktur, keringanan pajak untuk dunia bisnis dan intervensi pasar modal.

6. Singapura – USD 310 milliar (105 % dari PDB)

Kamu setuju kan kalau Singapore lebih maju dibanding Indonesia. Tapi, jangan lupa, hutang luar negeri Singapore juga lebih besar dari Indonesia (baik secara nominal maupun rasio PDB). Jika satu penduduk Indonesia hanya menanggung hutang luar negeri sejumlah Rp 16.271.875, maka satu penduduk Singapore harus menanggung hutang luar negeri sebesar USD 57,5 ribu atau setara dengan Rp. 744.625.000. Busyet.

7. Cina – USD 8,2 triliun (41,3 % dari PDB)

Hutang Cina meroket sejak 2007. Beijing perlu memperhatikan pertumbuhan utangnya jika tidak ingin mengalami perlambatan pertumbuhan.

Itu hutang Indonesia. Bagaimana dengan hutangmu ?

Hutang itu tak perlu dipikirin, tapi harus dibayar. Bagaimana cara membayarnya ? nha, itu yang harus dipikirin.

Nur Zakaria – dari berbagai sumber

Komentar dari pengguna Facebook

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*