Berburu Mobil Bekas

Disaat sebagian orang ingin mengganti mobilnya dengan mobil baru yang lebih mewah, sebagian orang yang lain masih sibuk berburu mobil bekas. Kantong cekak, tapi ingin punya kendaraan yang bisa melindungi dari panas dan hujan – dan yang lebih penting lagi – bisa lewat jalan tol. Ya, mobil bekas bisa jadi pilihan.

Sebagian orang berpikir, lebih baik membeli mobil baru buatan Jepang, karena harga jual kembali mobil bekasnya tidak akan seanjlok mobil buatan Eropa atau Korea (atau Malaysia, atau China, atau India). Berbeda dengan mobil baru yang jika dijual kembali harganya bisa turun hingga 30 %, harga jual kembali mobil bekas relatif stabil. Penurunannya masih berada di kisaran yang ringan di kantong.

Harga mobil bekas biasanya akan naik sebelum lebaran. Salah satu penyebabnya karena banyak orang berburu mobil bekas untuk dipakai mudik. Setelah itu, harga mobil bekas akan cenderung turun pada saat akhir tahun. Biasanya, sales mobil berani banting harga (bahkan terkadang jual rugi) demi mengejar target penjualan sebelum tutup tahun. Jadi, konsumen akan diuntungkan jika membeli mobil (baik baru maupun bekas) pada saat akhir tahun. Siapkan dana cadangan sekitar 5 – 10 juta untuk biaya perbaikan mobil. Namanya juga mobil bekas, biasanya ada saja yang harus diperbaiki.

Jika kamu ingin membeli mobil bekas yang usianya sudah lebih dari lima tahun, perhatikan baik-baik body-nya (baik eksterior maupun interior). Asal tahu saja, biaya untuk memperbaiki body mobil bisa lebih besar daripada biaya untuk memperbaiki mesin.

Periksalah body luar dengan cara mengetuk-ngetuk dengan jari. Body yang sudah ditambal dengan dempul bunyinya tidak senyaring body yang belum ditambal. Body mobil yang masih mulus akan memantulkan cahaya dengan baik. Perhatikan pula cat-nya. Terkadang, sebagian body yang dicat ulang, warnanya akan sedikit berbeda dengan warna asli di sekitarnya. Cat asli pabrik lebih rapi dan menempel lebih kuat (tidak mudah terkelupas maupun pecah). Cat yang menonjol seperti gelembung menandakan bahwa body mobil sudah karatan/keropos. Periksa dengan teliti, apakah ada bagian yang melengkung (bekas kecelakaan), terutama bagian depan mobil. Biasanya, mobil bekas kecelakaan akan bermasalah dengan mesinnya.

Periksalah kolong mobil. Apakah ada karat/keropos atau tambalan di lantai mobil. Jika mobil terlihat miring ke kanan atau ke kiri atau bagian belakangnya agak amblas/turun, kemungkinan besar mobil itu bermasalah dengan kaki-kakinya. Bisa jadi per atau shock breaker-nya sudah aus. Jika ban depan menipis di sisi dalam, kemungkinan penyebabnya adalah tie rod atau arm yang sudah aus.

Blok mesin basah oleh oli menandakan adanya kebocoran pada packing mesin.

Asap knalpot berwarna hitam dan berjelaga menandakan campuran antara bensin dan udara tidak sempurna (terlalu banyak bensin). Asap knalpot berwarna putih menandakan oli terbakar, artinya ada kebocoran oli di dalam silinder mesin (biasanya harus turun mesin).

Tali kipas berdecit menandakan tali kipas sudah aus. Karet selang radiator kembung menandakan karet sudah aus.

Jika mobil terguncang saat melewati jalan yang tidak rata atau karena getaran mesin, kemungkinan penyebabnya adalah karet body yang sudah mengeras. Jika terdengar suara dengung dari bagian belakang mobil, kemungkinan penyebabnya adalah gear box gardan sudah aus. Jika terdengar bunyi denting besi bertumbukan saat perpindahan gigi secara cepat, kemungkinan penyebabnya adalah joint couple sudah aus. Couple yang bergetar juga bisa disebabkan oleh hal ini.

Keluhan yang sering terjadi pada mobil bekas diantaranya adalah :

Mesin sulit dihidupkan, terutama di pagi hari. Periksalah hal-hal yang berhubungan dengan sumber listrik, yaitu aki dan dinamo jalan. Kemungkinan lainnya adalah injector bahan bakar bermasalah, jarak kepala busi dan sumbu terlalu renggang, kompresi mesin terlalu rendah, atau regulator tekanan bahan bakar rusak.

Mesin sulit dihidupkan/distarter lagi (setelah berhenti dari perjalanan). Kemungkinan penyebabnya adalah kompresi silinder yang rendah, choke (pengatur asupan udara) bermasalah, injector kotor, atau saringan udara yang kotor.

Mesin “mbrebet” (tersendat saat pedal gas diinjak). Kemungkinan penyebabnya adalah busi yang telah aus (atau bahkan ada busi yang mati), jarak kepala dan sumbu busi renggang, system vakum di karburator bocor, throttle body atau intake manifold bocor, atau injector bahan bakar kotor.

Mesin tak bertenaga/loyo. Kemungkinan penyebabnya adalah pemasangan timing belt yang tidak pas, saringan bahan bakar kotor, pompa bahan bakar atau regulator tekanan bahan bakar bermasalah, kompresi silinder sudah menurun, jarak kepala dan sumbu busi terlalu renggang, kebocoran di system vakum pada karburator, throttle body atau intake manifold, injector bermasalah, rem mengunci, atau slip kopling.

Mesin sering mati setelah dihidupkan. Kemungkinan penyebabnya adalah system kelistrikan (aki, alternator, kabel-kabel) bermasalah, kebocoran pada system vakum, atau injector kotor.

Mesin mendesis. Kemungkinan penyebabnya adalah inlet atau exhaust manifold bocor (baik packing seal ataupun manifold-nya), system vacuum bocor atau gasket di kepala silinder rusak.

Mesin mengelitik (mesin berbunyi keras dan bergetar saat mobil melewati tanjakan atau saat hendak menambah akselerasi/pindah gigi). Kemungkinan penyebabnya adalah bahan bakar yang kurang bagus, setting sudut pengapian kurang pas, injector atau karburator bermasalah, jarak kepala dan sumbu busi terlalu renggang, atau system vakum bocor.

Well, selamat berburu mobil bekas. Semoga tulisan ini berguna.

Komentar dari pengguna Facebook
Bagikan ini ke temanmu :
Share

Apa komentarmu ?

Tulis di sini

Alamat email akan disembunyikan. Terimakasih.


*