Biasakan Minum Susu Sejak Usia Dini

Konon, manusia sudah mengonsumsi susu hewan sejak 6.000 tahun yang lalu. Susu merupakan minuman bergizi yang mengandung air, lemak, protein, laktosa, mineral, pigmen, enzim, vitamin dan phospholipid. Susu merupakan sumber kalsium yang baik serta kaya akan asam amino tryptophan, yang dapat meningkatkan produksi melatonin oleh tubuh di malam hari (melatonin adalah hormon sekaligus antioksidan yang menjadikan tubuh bisa beristirahat dengan nyaman). Oleh karena itu, minum susu di malam hari dapat membantu kita untuk tidur lebih nyenyak.

Besarnya kandungan zat gizi susu bervariasi. Pada Tabel 1. kita bisa melihat perbedaan komposisi susu yang dihasilkan oleh beberapa makhluk hidup.

Tabel 1. Komposisi susu makhluk hidup

MakhlukHidup Kasein(%) ProteinWhey(%) Lemak(%) Karbohidrat(%)
Manusia 0,5 0,7 3,8 7,0
Kuda 1,3 0,9 1,7 6,2
Sapi 2,8 0,7 3,7 4,8
Kerbau 3,5 0,5 7,5 4,8
Kambing 2,7 0,9 4,1 4,7
Domba 4,9 0,9 7,9 4,5

Sumber : Tetra Pak (1995).

Ada sebagian orang yang menderita diare setelah minum susu. Kondisi ini dikenal dengan nama lactose intolerance. Penyebabnya bukan karena susu telah rusak, tetapi karena rendahnya enzim laktase yang dimiliki orang tersebut. Cara termudah untuk mengatasinya adalah dengan membiasakan minum susu sejak usia dini.

Susu mudah mengalami penurunan mutu. Selain kerusakan yang disebabkan oleh mikroorganisme, lemak dalam susu (lecithin) juga bisa teroksidasi, sehingga menimbulkan aroma metal/logam dan rasa berminyak. Proses ini dipercepat dengan adanya zat besi, tembaga, oksigen dan cahaya. Selain itu, keberadaan cahaya matahari juga dapat merusak methionine dalam susu. Susu yang terkena panas akan mengalami peningkatan aktifitas enzim lipase, sehingga lemak susu akan pecah menjadi gliserol dan asam lemak bebas. Proses ini dinamakan lipolisis, yang dapat menimbulkan aroma tengik.

Pemanasan yang terkendali bisa memperpanjang umur simpan susu. Tetapi jika tidak terkendali, proses pemanasan justru akan merusak susu. Pada suhu 65 ºC, protein mulai rusak. Pada suhu 74 ºC, terbentuk lapisan krim. Sedang pada suhu diatas 100 ºC, terjadi reaksi pencoklatan (reaksi Maillard).

Pasteurisasi merupakan salah satu metode pemanasan terkendali yang dicetuskan oleh Louis Pasteur. Pasteurisasi skala rumah tangga bisa dilakukan dengan cara merebus panci berisi susu. Ingat, bukan merebus susu, tapi merebus panci berisi susu. Jadi ada panci berisi susu yang direbus di dalam panci berisi air. Pasteurisasi bisa dilakukan pada suhu 72 – 75 ºC selama 15 – 20 detik. Adapun Susu UHT, yang biasa dijual di pasaran, biasanya telah dipasteurisasi dengan metode Ultra High Temperature (UHT) pada suhu 140 ºC selama 4 detik. Umur simpan susu UHT bisa mencapai 6 – 12 bulan (sebelum kemasan dibuka).

Komentar dari pengguna Facebook

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*