Kebutuhan Gizi Anak Balita Hingga Manula

Manusia membutuhkan gizi yang tepat sejak balita hingga manula. Kebutuhan gizi anak balita berbeda dengan manula. Balita membutuhkan protein untuk pertumbuhannya. Jika tidak mendapat protein yang cukup saat balita, maka jangan harap dapat mengganti kekurangannya setelah ia dewasa. Gizi yang tepat dibutuhkan pada saat yang tepat.

BAYI HINGGA REMAJA

Otak bayi tumbuh secara pesat sejak minggu ke 30 usia kehamilan hingga 18 bulan setelah bayi lahir. Otak reptile (bagian otak yang mengatur rangsangan panca indera dan naluri) berkembang pesat saat balita berumur 1 hingga 2 tahun. Di usia ini, balita mengasah panca inderanya dengan cara melihat, memegang, bahkan mengunyah benda apa pun yang ditemuinya. Kemudian, otak mamalia (bagian otak yang mengatur informasi, perasaan/emosi, memori, detak jantung dan lain-lain) mulai berkembang pesat. Maka jangan heran jika balita berumur 2 tahun biasanya menjadi lebih “nakal” dibanding usia sebelumnya. Pada usia ini pula, neokorteks (bagian otak yang mengatur kecerdasan/ intelektual berpikir) mulai berkembang pesat hingga usia 4 tahun, ketika otak reptile dan otak mamalia telah berkembang sekitar 80%.

Perlu diketahui bahwa usia di bawah 7 tahun merupakan titik kritis pertumbuhan. Oleh karena itu, seorang anak harus mendapat nutrisi yang cukup, merasa aman secara fisik dan emosional serta membutuhkan contoh perilaku yang baik dari orang-orang di sekitarnya.

Bayi membutuhkan lebih banyak protein dan asam lemak esensial. Protein berguna bagi pertumbuhan sel otak. Kekurangan protein dapat menyebabkan IQ berkurang serta kemampuan berkonsentrasi rendah. Asam lemak esensial, seperti Omega 3 dan Omega 6,  mampu mempercepat penghantaran impuls syaraf di otak. Pendek kata, keduanya dapat meningkatkan kecerdasan. Omega 3 yang sering kita jumpai pada susu formula adalah eicosapentaenoic acid (EPA), docosahexaenoic acid (DHA), linolenic acid (LA) dan Arachidonic Acid (AA). Sementara Omega 6 yang sering ditemui adalah linoleic acid. Adapun sumber alami protein dan asam lemak esensial di antaranya adalah ikan laut, daging, telur, kedelai, minyak ikan serta ASI. Tabel 1. berikut ini memperlihatkan kecukupan gizi anak batita setiap hari.

Tabel 1. Kecukupan gizi anak batita per hari

Zat Gizi Batita (tahun)
0 – 0,5 0,5 – 1 1 – 3
Energi (kkal) 560 800 1220
Protein (g) 12 15 23
Vit. A (RE) 350 350 350
Vit. B1 (mg) 0,3 0,4 0,5
Vit. B2 (mg) 0,3 0,4 0,6
Niasin (mg) 2,5 3,8 5,4
Vit. B12 (mg) 0,1 0,1 0,5
Asam Folat (µg) 22 32 40
Vit. C (mg) 25 25 25
Kalsium (mg) 600 400 500
Fosfor (mg) 200 250 250
Besi (mg) 3 5 8
Seng (mg) 3 5 10
Iodium (µg) 50 70 70

Sumber : LIPI (1988).

Bayi di bawah 4 bulan dianjurkan untuk hanya mengonsumsi ASI saja. Baru setelah berumur 4 bulan, bayi dapat diberi makanan pelengkap, seperti bubur beras tepung serta buah yang telah dihaluskan dan disaring. Bayi berumur 6 bulan mulai membutuhkan zat besi (Fe), seng (Zn) dan vitamin D dalam jumlah yang cukup. Bayi berkulit gelap atau bayi yang kurang mendapat sinar matahari membutuhkan tambahan vitamin D. Jika tidak, bayi akan mengalami kekurangan vitamin D atau bahkan ricketsia (rakhitis/pelunakan tulang). Jika Anda ingin menjemur bayi di bawah sinar matahari, berhati-hatilah! Penjemuran yang terlalu lama dapat mengurangi jumlah vitamin D yang terbentuk di kulit, bahkan dapat meningkatkan risiko terkena kanker kulit. Berjemurlah di bawah matahari pagi sekitar 10 – 20 menit saja.

Bayi berumur 9 bulan sudah dapat diberi nasi tim yang telah disaring terlebih dahulu. Sedangkan nasi lembek baru bisa diberikan pada bayi berumur 12 bulan. Agar bayi tetap sehat, seorang ibu dianjurkan untuk memberikan ASI kepada bayinya hingga balita berumur 2 tahun.

Seperti yang telah disebutkan di awal, batita berusia 2 tahun biasanya membuat orangtua kerepotan. Inilah masa perubahan emosional anak yang sering disebut ”the terrible twos”. Batita berubah laksana “raja kecil” atau istilah Jawa-nya “kemratu-ratu”. Saat balita Anda mulai sulit makan atau hanya memilih makanan tertentu yang ia sukai, tanggapilah secara bijak. Ini wajar. Hal-hal yang harus dilakukan oleh seorang ibu adalah menyajikan makanan yang bervariasi dan menarik bagi balita. Biarkan si kecil bermain-main dengan makanannya, asal masih dalam batas normal dan terkendali. Jika balita sudah keterlaluan (misalnya membanting piring), orang tua perlu bertindak tegas dan seolah-olah menegaskan bahwa “orangtualah yang berkuasa”. Ini perlu dilakukan agar anak mengetahui bahwa tingkah yang keterlaluan tidak dapat ditolerir lagi.

Rancanglah acara makan, menjadi sesuatu yang menyenangkan. Pahami keinginan anak. Jika anak ingin bermain, suapilah ia sambil bermain. Jika ia bosan makan nasi, cobalah ganti dengan kentang. Jika anak tidak suka sendok besar, gantilah dengan yang kecil. Komunikasikanlah dengan anak, agar kita tahu apa yang dia mau. Atau cobalah menghias makanan menjadi sesuatu yang menarik bagi anak. Sajikan sarapan pagi dalam bentuk kotak, menyerupai “Sponge Bob the Squarepants”. Karanglah cerita seolah-olah ”Sponge Bob” ingin bermain dan masuk ke perut si kecil. Cobalah lebih kreatif dan manusiawi.

Pastikan makanan yang diberikan kepada balita adalah makanan yang benar-benar aman untuk kesehatan, karena kondisi tubuh balita relatif lebih mudah terserang penyakit dibanding orang dewasa. Berikan perlakuan khusus bagi anak yang memang butuh perlakuan khusus. Anak autis misalnya. Anak ini tidak diperbolehkan mengonsumsi gluten (salah satu jenis protein yang terdapat dalam terigu) dan kasein (salah satu jenis protein yang terdapat dalam susu).

Ajarkanlah pola makan sehat sejak dini. Karena umumnya, kebiasaan makan di waktu kecil akan dibawa terus hingga dewasa. Jangan heran jika orang Jawa suka makanan manis, orang Sunda suka lalap, orang Padang senang pedas, karena sejak kecil, mereka terbiasa dengan makanan itu.

Anak usia sekolah membutuhkan gizi yang cukup untuk menjalankan aktivitasnya. Sebaiknya, anak (harus) sempat sarapan pagi sebelum berangkat sekolah. Kalau tidak sempat, bekalilah anak dengan makanan, snack atau uang saku untuk jajan.

Pulang sekolah, si anak biasanya beristirahat, baca komik, nonton TV atau bermain. Terkadang, cemilan menemani aktivitas mereka. Bukan cemilan itu tidak baik, tapi seringkali cemilan kaya energi. Sementara, aktivitas seperti menonton TV atau membaca komik termasuk aktivitas ringan. Energi yang diperoleh lebih besar daripada energi yang dikeluarkan, akibatnya, sering kita temui anak-anak yang body-nya segede bedug. Kecil-kecil cabe rawit, masih kecil sudah buncit.

WANITA HAMIL ATAU MENYUSUI

”Lebih nikmat dari jatuh cinta, lho” komentar Sarah Sechan, mantan VJ MTV, tentang peran barunya sebagai ibu. Ah, begitu indah dunia. Kelelahan selama 9 bulan 10 hari mengandung dan taruhan antara hidup atau mati saat melahirkan, seolah terbayar dengan kebahagiaan setelah si mungil terlahir. Lunas.

Pada kehamilan normal, wanita mengalami kenaikan berat badan antara 11-13 kg. Selain butuh tambahan makanan, seorang istri juga membutuhkan suami SIAGA (Siap, Antar, Jaga). Suami yang selalu menyediakan a shoulder to cry on, kata Tommy Page dalam sebuah lagu lamanya.

Tabel 2. memperlihatkan jumlah tambahan gizi per hari yang harus dikonsumsi oleh ibu hamil dan menyusui.

Tabel 2. Kebutuhan tambahan gizi per hari

Zat Gizi Hamil Menyusui (bulan)
< 6 6 – 12 13 – 24
Energi (kkal) 285,0 700,0 500 400
Protein (g) 12,0 16,0 12 11
Vit. A (RE) 200,0 350,0 300 250
Vit. B1 (mg) 0,2 0,3 0,3 0,2
Vit. B2 (mg) 0,2 0,4 0,3 0,2
Niasin (mg) 1,3 3,1 2,2 1,8
Vit. B12 (mg) 0,3 0,3 0,3 0,3
Asam Folat (µg) 150,0 50,0 40,0 25,0
Vit. C (mg) 10,0 25,0 10,0 10,0
Kalsium (mg) 400,0 400,0 400,0 300,0
Fosfor (mg) 200,0 300,0 200,0 200,0
Besi (mg) 20,0 2,0 2,0 2,0
Seng (mg) 5,0 10,0 10,0 5,0
Iodium (µg) 25,0 50,0 50,0 25,0

Sumber : LIPI (1988).

Kualitas ASI tidak akan menurun, meskipun si ibu mengalami kekurangan gizi. Wanita menyusui yang kekurangan protein dan kalsium tetap akan menghasilkan ASI yang bagus. Lalu, darimana sumber proteinnya? Dari jaringan (protein) wanita tersebut. Darimana sumber kalsiumnya? Dari cadangan kalsium wanita tersebut. Akibatnya, jika kondisi seperti ini dibiarkan terus menerus, wanita tersebut akan mengalami kekurangan protein dan kalsium.

Wanita cenderung kehilangan lebih banyak zat besi karena menstruasi dan kehamilan. Jika tidak segera diganti, ia akan menderita anemia (kekurangan sel darah merah). Untuk itu, wanita dianjurkan untuk mengonsumsi makanan yang mengandung zat besi (seperti daging, ikan dan bayam) dalam jumlah yang cukup.

Kekurangan asam folat juga dapat menyebabkan anemia. Pada ibu hamil, kekurangan asam folat menyebabkan bayi terlahir cacat serta mengalami gangguan syaraf. Idealnya, wanita hamil dianjurkan untuk mengonsumsi 400 microgram asam folat setiap hari. Contoh makanan yang mengandung asam folat di antaranya adalah sayuran berdaun hijau, hati ayam/sapi, kacang merah dan kedelai. Kemampuan tubuh dalam mengabsorbsi asam folat semakin rendah pada wanita berusia 30 tahun ke atas. Sehingga di usia ini, mereka menjadi rawan terhadap kekurangan asam folat.

USIA LANJUT

Menginjak usia lanjut, beberapa bagian tubuh manusia tidak dapat berfungsi optimal. Hal ini tentu akan mengganggu kinerja sistem-sistem dalam tubuh, termasuk sistem pencernaan.

Manula dianjurkan untuk mengonsumsi 1 gram protein per kilogram berat badan tiap hari, memperbanyak minum air putih (5 – 8 gelas) dan mengurangi konsumsi karbohidrat (termasuk makanan yang manis-manis) serta lemak. Biasanya, manula juga mengalami kekurangan kalsium (Ca), zat besi (Fe) dan vitamin A. Tetapi, hal ini tidak berarti bahwa mereka dianjurkan untuk mengonsumsi suplemen mineral/vitamin. Akan lebih baik jika manula memperbaiki pola makan sehari-hari dengan mengonsumsi susu serta makanan yang kaya akan vitamin, mineral dan zat gizi lain.

Terkadang, manusia usia lanjut memiliki kebiasaan yang aneh. Kleptomania (kesukaan mengambil benda milik orang lain), pikun dan merasa kurang dihargai. Jika sudah demikian, orang-orang di sekitarnya dituntut untuk lebih bijaksana. Hargailah mereka saat menyapu halaman hingga saat mereka mengumpulkan koran bekas. Karena itu akan membuat jiwa manula lebih sehat.

Komentar dari pengguna Facebook
Bagikan ini ke temanmu :

Apa komentarmu ?

Tulis di sini

Alamat email akan disembunyikan. Terimakasih.


*