Kuliner Resto & Kaki Lima di Puncak

Kalau kamu mau wisata kuliner di Puncak, pilihannya banyak. Mau resto atau kaki lima, semua tersedia. Tinggal pilih. Mau yang kayak apa ?. Yang jelas, hampir semua restoran di Puncak didesain untuk memberikan kenyamanan bagi pengunjung (meski sebagian tampak kurang terawat).

Sebentar, sebelum kita mengulas wisata kuliner di Puncak, kita absen wisata kuliner di tetangga Puncak (Kota Bogor) dulu ya. Biar ada pembandingnya gitu. Beberapa restoran & rumah makan di Kota Bogor yang pernah saya sambangi dan kebetulan menunya lumayan mak nyus bisa dicek di sini http://poentjakweg.com/kuliner-bogor-yang-mak-nyus/.

Soal harga, restoran di Puncak sedikit di atas rata-rata restoran di Kota Bogor pada umumnya. Barangkali bisa selisih 0 – 50 % lebih mahal. Ya, wajar lah ya. Secara restoran di Puncak itu ramenya cuma di hari libur. Jadi ya gimana caranya biar bisa nutup biaya operasional sehari-hari.

Kalau kamu mau restoran fast food yang bisa pesan antar, pilihannya ada Hoka-Hoka Bento (nasi bungkus ala Jepang), Pizza Hut & KFC. Enaknya pesan antar itu praktis, apalagi kalau kamu bikin acara rame-rame di Puncak dan ga mau ribet masak atau beli catering yang belum jelas rasanya. Harganya standar. Rasanya udah pada tahu sendiri lah ya.

Mau sate atau kambing guling ?. Di Puncak tempatnya. Kamu bisa pesan sate & kambing guling untuk barbeque party bareng-bareng. Warung sate yang paling nyohor di Puncak yaitu Warung Sate H. Kadir. Pengunjungnya rame. Bahkan Warung Sate H. Kadir ini sudah punya 6 gerai yang terbentang sepanjang jalan Puncak. Menu yang ditawarkan cuma sate dan sop. Sate kambingnya mak nyus. Tapi jangan dibungkus untuk dibawa pulang ya. Soalnya ga bakal seenak kalau langsung makan di tempat. Harga standar. Tempat kurang terawat dan kurang nyaman untuk makan sambil ngobrol santai, apalagi kalau bawa anak-anak. Menu sate juga ada di Restoran Bumi Aki atau Bumi Nini (rasanya mantul… mantab betul) serta Warung Sate Shinta. Keduanya kelas restoran. Tempatnya nyaman. Harga sedikit lebih mahal. Eh, asal tahu aja ya, rahasia (yah, rahasia kok diomong-omongin sih) sate kambing bebas bau prengus itu terletak pada cara pengolahannya. Kata Si eMang Tukang Sate, habis disembelih, daging kambing jangan dicuci. Cukup digantung untuk meniriskan darahnya. Abis itu bisa langsung dibakar. Oh ya, satu lagi, bagi kamu penggila kuliner anti mainstream, ada Restoran Ekaria Permai. Menunya sate kelinci, rusa dan kuda.

Mau masakan padang ?. Ada Pondok Indah Raya. Rumah makannya banyak berjejer di sepanjang jalan Puncak. Rasanya persis seperti masakan padang (ya iya lah). Harga bervariasi (beberapa kali ke sini, harga makanannya berubah-ubah).

Kamu penggemar lalap & sambel ala masakan Sunda ?. Kamu bisa mampir ke Pare Anyar (asa di imah mitoha/serasa di rumah mertua, lokasinya di kanan jalan dari arah Jakarta, setelah pom bensin Cibogo). Interior Pare Anyar dijejali dengan koleksi barang-barang jadul jaman kakek nenek kita. Harga terjangkau. Rasanya standar. Ada juga Rafles. Menu bervariasi. Ada western dan Indonesia. Harga resto. Rasanya biasa saja. RM Ampera juga ada di dekat tanjakan Selarong. Udah tahu sendiri lah ya, rasanya gimana, secara RM ini udah menyebar di mana-mana. Ga bakal kecewa lah pokoknya. Alam Sunda di Cipayung juga patut disambangi. Sambelnya bikin dower. Harga relatif terjangkau. Tempatnya cukup nyaman. Rasa enak. Sayang, ukuran ayam/bebek-nya terlalu kecil buat orang segembul saya. Masuk akal. Makanya dia bisa pasang harga murah.

Kalau mau ikan bakar, Sinar Alam jagonya. Rasanya mak nyus. Harga bersahabat.

Restoran lain yang patut dicoba diantaranya adalah MM Juice, menunya bervariasi, tempatnya cukup nyaman. Rasa standar. Ada playground buat anak-anak.

Mau restoran Timur Tengah ada juga lho, salah satunya adalah Sinbad. Di daerah Warung Kaleng (itu tuh, pertokoan/rumah makan di pinggir jalan yang banyak tulisan bahasa Arabnya), hampir semua resto menawarkan menu serba Timur Tengah. Di sini memang tempat ngumpul wisatawan asal Timur Tengah. Mungkin mereka suka Puncak karena hawanya yang sejuk. Menunya ya seputar Nasi Kebuli, Roti Maryam dan Shisha. Bagi yang tidak terbiasa, mungkin agak aneh dengan bumbu rempahnya yang kuat. Oh ya, orang Timur Tengah paling suka dengan kambing muda lho.

Cisarua Mountain Dairy disingkat Cimory. Ada dua. Mountain View dan Riverside. Mountain View pemandangannya pegunungan. Taman Wisata Matahari terlihat dari sini. Tapi lokasinya sempit. Saya lebih nyaman di Cimory Riverside. Menu ala Western & Indonesia disajikan di sini. Harganya lumayan, karena selain PPN 10 %, ada pula Service Fee 5 %. Cara penyajiannya menggoda selera. Rasa yummy. Di sini, segelas air putih bisa lebih mahal dibanding sebotol susu (mentang-mentang pabrik susu milik sendiri kali ye). Saya suka dengan yoghurt-nya. Anak-anak bakal betah di sini. Selain playground, ada juga binatang-binatang lucu seperti kelinci, rusa, ayam dan lain-lain.

Ada pula resto baru, namanya Cibogy. Tempatnya lumayan instagrammable, tapi entah kenapa resto ini tampak sepi. Mungkin karena resto baru atau entahlah. Menu andalannya Katsu.

The Ranch. Anak-anak bisa naik kuda di sini. Banyak spot-spot yang bagus buat selfi. Menunya Sunda banget, sebut saja cireng, batagor. Pizza juga ada. Tapi menu makan besarnya kurang mak nyus… hik. Rasanya tempat ini cocok untuk kongkow-kongkow saja.

Bagi kamu yang muslim, berhati-hatilah. Halal bukan hanya tanpa unsur babi, tapi juga tanpa unsur khamr, seperti rum (biasa dipakai di bakery) dan angciu (biasa digunakan di Chinese food). Saya pernah makan di Bakmi Golek tanpa curiga dengan kehalalannya. Hingga kemudian, saya ragu. Serta merta saya menanyakan sertifikat halal kepada pelayan. “Sedang diproses”, jawabnya. Hmmm… saya mulai curiga, di beberapa kasus, jawaban seperti itu hanya untuk kamuflase. Saya mulai menyelidik, “Apakah masakan di sini menggunakan babi ?”, tanya saya. “Tidak”, jawab pelayan. “Apakah pakai angciu ?”. “Iya”. Wuaduh…. sayapun urung makan lagi di resto ini.

Kamu mau warung kaki lima ?. Di pagi hari, ada Bubur Ayam Cianjur yang biasa mangkal di belokan Cilember atau di seberang pasar Cisarua. Siang hari, menu Sunda bisa dijumpai di RM Sederhana. Warung-nya kecil. Lokasinya sebelum jembatan (sebelum tanjakan Pasir Angin), kiri jalan dari arah Jakarta, posisinya berjajar dengan lapak pedagang pisang dan oleh-oleh. Penyajiannya prasmanan. Lauk-nya beragam. Layak dijuluki warung murah, ngeunah, seubeuh (murah, enak dan mengenyangkan). Walau tempatnya kecil dan berdesak-desakan, warung ini selalu rame dikunjungi. Kalau malam hari, cobalah Ayam Penyet Laila. Lokasinya di belokan Cilember (samping Alfamart, kiri jalan dari arah Jakarta). Sambelnya super pedas. Menu andalannya ya ayam goreng. Menu lain seperti sop, kurang begitu spesial. Kampoeng Steak juga tak kalah murah meriah, menu-nya steak, sosis dan baso. Harga pas, rasa puas. Lokasinya di dalam Hotel New Ayuda 2 (tanjakan sebelum Polsek Cisarua). Ada juga Nasi Goreng Cianjur yang mak nyus. Lokasinya di sebelah Alfamart (seberang Mesjid Nurul Huda). Menu lain, ada Baso. Baso Bandung ada di Cipayung. Teksturnya lembut. Beda dengan Baso Solo yang bertekstur kenyal. Baso ala Solo ada di Baso Goyang Lidah (arah Pusdik) dan PLO, serta Putra Solo (pasar Cisarua). Tapi, jujur saja, saya belum menemukan tempat makan mie ayam & baso yang enak di sekitar sini (ga muluk-muluk lah, setidaknya enak itu kalau rasanya sudah sekelas Sidomampir di Tajur itu). Kalau mau sop iga, mampirlah ke Iga Raisa (seberang Polsek Cisarua), ringan di kantong, enak di lidah. Ayam gorengnya juga enak. Semua warung kaki lima ini menyajikan kuliner mak nyus dan, tentu saja, harganya kaki lima.

Yuk, langsung ke TKP.

Cek daftar Hotel di Puncak

Komentar dari pengguna Facebook
Bagikan ini ke temanmu :
Share
About ngakunya admin 19 Articles
admin itu ya admin

2 Komentar

Tulis di sini

Alamat email akan disembunyikan. Terimakasih.


*