Cinta Lingkungan ? Kurangi Konsumsi Daging Sapi

Jangan ngaku pecinta lingkungan kalau kamu masih sering mengonsumsi daging sapi. Lah, kok bisa ?. Ya bisa lah. Baca ya. Sebuah journal penelitian yang diterbitkan oleh Proceedings of the National Academy of Sciences of the United States of America mengungkapkan bahwa cara paling efektif untuk mengurangi dampak lingkungan dari konsumsi pangan manusia adalah dengan menekan konsumsi daging sapi. Paham ?.

Jika dibandingkan dengan hewan ternak lain (seperti : ayam, domba), peternakan sapi memiliki dampak lingkungan yang lebih besar. Apa saja dampak itu ?. Simak ulasan sebagai berikut :

  1. Proses peningkatan berat badan dan pembentukan daging sapi jauh lebih lambat dari hewan ternak yang lain (misal : ayam, domba).
  2. Lahan yang digunakan untuk menanam rumput atau biji-bijian sebagai pakan sapi luasnya 20 – 30 kali lebih besar daripada lahan yang digunakan untuk kebutuhan pakan hewan ternak yang lain
  3. Sapi membutuhkan air sepuluh kali lipat dibanding hewan ternak yang lain
  4. Peternakan sapi memproduksi emisi gas sebesar lima kali lipat dibanding hewan ternak yang lain.

Nah, kebayang kan, seberapa besar kontribusi peternakan sapi terhadap kerusakan lingkungan. Kalau sebelumnya kamu malu untuk mengatakan bahwa kamu tak punya cukup uang untuk makan steak, salad, sop iga atau rendang, kini kamu punya alasan yang lebih ilmiah untuk mengurangi konsumsi daging sapi, yaitu : cinta lingkungan. Halah.

Komentar dari pengguna Facebook
Bagikan ini ke temanmu :

Apa komentarmu ?

Tulis di sini

Alamat email akan disembunyikan. Terimakasih.


*