Mengenal Gizi Ikan

Gizi ikan laut berbeda dengan ikan air tawar. Ikan laut dalam, seperti ikan salmon, lemuru dan tuna, merupakan sumber Omega 3 yang penting bagi pertumbuhan otak bayi. Selain itu, Omega 3 juga dapat menurunkan kadar kolesterol darah, yang pada akhirnya dapat mengurangi resiko terkena penyakit jantung.

Bagi anak-anak, ibu hamil dan menyusui dianjurkan untuk mengonsumsi ikan tak lebih dari 340 g per minggu. Untuk mendapatkan manfaat yang optimal, kita dianjurkan untuk mengonsumsi ikan sebanyak 19 Kg/tahun atau sekitar 50 gram ikan per hari.

Terkadang, setelah makan ikan (atau udang, cumi atau hewan laut lain), tiba-tiba saja perut terasa mual, kepala pusing, badan lemas serta bentol-bentol pada kulit yang disertai rasa gatal (skin rash). Ini merupakan reaksi penolakan tubuh terhadap histamine yang masuk ke dalam aliran darah. Histamine biasa ditemukan pada hewan laut yang mulai membusuk. Histamine terbentuk dari protein yang bereaksi dengan enzim setelah hewan laut mati.

Setelah kasus teluk Buyat (Sulawesi) terungkap, sebagian konsumen menjadi khawatir untuk mengonsumsi ikan. Mereka khawatir jika ikan yang mereka konsumsi telah tercemar logam berat. Gara-gara mengonsumsi ikan yang tercemar, warga di sekitar teluk Buyat ”terpaksa” memiliki kadar merkuri darah di atas kadar yang telah ditetapkan oleh WHO. Walau tak separah kasus Minamata di Jepang, bagaimanapun juga, merkuri merupakan logam berbahaya yang bisa memicu kanker, gangguan syaraf serta membahayakan janin. Disinyalir, penyebab kasus di atas adalah tercemarnya air oleh merkuri yang berasal dari tanah dan limbah industri (terutama pengawet kayu dan pestisida).

Ikan yang normal akan tenggelam jika direndam dalam air. Berbau amis khas ikan. Lendir tipis dan bening, insang berwarna merah terang, mata jernih, kulit terang, daging kenyal, sisik mengkilat, dilapisi lendir dan tidak mudah lepas. Ikan busuk akan mengapung jika direndam dalam air, berbau busuk/asam (terutama bagian insang), lendir keruh, insang berwarna coklat/abu-abu, mata suram dan berkerut/pecah, kulit suram (bagian perut tidak berlendir), daging lembek dan berwarna kuning kemerahan (terutama punggung), isi perut keluar, sisik mudah lepas serta mata tidak menonjol.

Ikan laut mengandung Omega 3 dan yodium dalam jumlah yang lebih banyak dibanding ikan air tawar. Omega 3 dan yodium bersifat mudah rusak oleh pemanasan. Oleh karena itu, usahakan untuk memasak ikan dengan suhu tak lebih dari 80 ºC.

Komentar dari pengguna Facebook
Bagikan ini ke temanmu :

Apa komentarmu ?

Tulis di sini

Alamat email akan disembunyikan. Terimakasih.


*