Mengenal Telur Ayam

Telur ayam disebut-sebut sebagai kapsul ajaib. Nutrisi yang terkandung di dalam sebuah telur cukup lengkap, mulai dari asam amino yang komplit, lemak, vitamin, mineral hingga lutein. Protein yang terdapat pada telur lebih baik mutunya dibanding protein yang terdapat pada ikan maupun daging. Tak heran jika Ade Rai doyan banget mengonsumsi telur. Tapi, Perhimpunan Ahli Jantung Amerika menyarankan konsumsi telur agar tidak lebih dari 3 – 4 butir per minggu. Salah satu alasannya karena kuning telur mengandung kolesterol dalam jumlah yang cukup tinggi (sekitar 190 mg/butir).

Di pasar, kita tidak hanya menemukan telur ayam kampung dan telur bebek saja, tetapi juga green egg (telur bebas Salmonella sp), telur rendah kolesterol, telur Omega 3, telur vitamin E hingga telur organik. Telur Omega 3 dipercaya berkhasiat untuk menurunkan kolesterol dalam darah serta dapat mencegah kanker (payudara dan prostat). Nilai gizi telur sudah cukup tinggi dan seimbang. Lalu, mengapa harus dibuat rendah kolesterol, kaya Omega 3 dan vitamin E? Agar harga telur makin mahal, mungkin. Namanya juga orang cari duit.

Berikut ini beberapa tips mudah untuk memilih telur yang baik:

  1. Telur diletakkan di dekat cahaya, lalu diteropong isinya sambil diputar-putar. Telur masih baik jika kuning telur berada di tengah (belum bergeser)
  1. Telur direndam dalam panci berisi air atau larutan garam 10% (1 sendok teh garam dilarutkan ke dalam 2 gelas air). Telur yang masih baik akan tenggelam. Telur yang sudah lama akan terapung. Sedangkan telur yang sudah rusak akan melayang
  1. Telur masih baik jika warna kulitnya cerah. Kulit yang kusam disertai bintik hitam (jamur) menandakan telur sudah tidak layak dikonsumsi

Untuk mencegah kontaminasi mikroba, telur ayam sebaiknya dimasak pada suhu minimal 64 °C selama 4,5 menit. Telur mampu bertahan sekitar 10 – 14 hari pada suhu ruang. Sedangkan pada suhu 38 ºC, telur hanya bertahan sekitar 3 hari. Oleh karena itu, kondisi penyimpanan perlu diperhatikan agar telur masih dalam kondisi baik setelah disimpan selang beberapa saat. Nah, berikut ini tips untuk menyimpan telur:

  1. Sebelum disimpan, telur dicuci terlebih dahulu, terutama telur yang kulitnya masih belepotan dengan kotoran ayam/bebek
  1. Jika memungkinkan, telur dicelupkan ke dalam minyak parafin cair bersuhu 60 ºC, lalu diangin-anginkan hingga terbentuk lapisan tipis yang menutupi pori-pori. Atau, telur dicelupkan ke dalam air mendidih sekitar 5 detik.
  1. Selanjutnya, telur disimpan dalam lemari pendingin.

Eh, tahukah Anda, hewan yang tidak memiliki daun telinga akan berkembang biak dengan cara bertelur, sedangkan hewan berdaun telinga akan berkembang biak dengan cara beranak? Mungkin sebagian Anda sudah tahu. Tapi, tahukah Anda, lebih duluan mana antara ayam dan telur ayam ? Ah, sudahlah, tulisan ini tidak ditulis untuk membahas hal seperti itu.

Komentar dari pengguna Facebook

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*