Minum Setelah Olahraga

Apa yang terjadi setelah kita berolahraga berat ?. Lelah, pegal-pegal dan berkeringat. Lelah, karena glikogen dalam tubuh diubah menjadi energi. Pegal-pegal, karena saat nafas kita tersengal-sengal (kekurangan oksigen), glikogen akan diubah menjadi energi dan asam laktat (penyebab pegal-pegal). Berkeringat (dehidrasi), karena demikianlah cara tubuh kita menyeimbangkan suhu tubuh. Akibatnya, mineral tubuh (terutama sodium dan potassium) juga keluar bersama dengan keringat. Dalam kondisi seperti ini, kita butuh ”sesuatu” untuk memulihkan stamina tubuh serta menghilangkan rasa haus. Lalu, minuman seperti apa yang sebaiknya kita pilih setelah berolahraga? Minum air putih, suplemen (minuman energi) atau minuman olahraga ?.

Air putih memang bisa mengobati rasa haus. Tapi, kemungkinan yang terjadi kemudian adalah water intoxication (keracunan air). Mengonsumsi air putih setelah olahraga berat menyebabkan penurunan konsentrasi sodium dalam plasma. Penurunan konsentrasi ini dapat mengurangi pelepasan arginin vasopressin (antidiuretic hormone) sehingga dapat mengurangi rasa haus dan merangsang pengeluaran urin yang berakibat pada tertundanya proses rehidrasi (pemulihan cairan tubuh).

Jika suplemen (minuman energi) yang kita pilih, boleh jadi tubuh akan terasa segar. Kantuk hilang. Metabolisme sel pulih. Suplemen seperti ini biasanya mengandung caffeine, vitamin B, taurine dan beberapa senyawa lain. Tapi, minuman energi tidak bisa mengembalikan cairan tubuh yang hilang bersama keringat. Nah, ada baiknya jika kita memilih minuman olahraga setelah berolahraga berat.

Minuman olahraga sering disebut sebagai minuman isotonik atau minuman elektrolit atau minuman ion. Minuman ini umumnya mengandung karbohidrat (6–7%) dan mineral (20 – 40 mmol/liter) yang secara teori dapat diserap oleh tubuh secara cepat. Karbohidrat sederhana (glukosa) yang terkandung dalam minuman olahraga dapat memulihkan glikogen dalam darah secara cepat. Biasanya, minuman ini juga mengandung sukrosa atau maltodekstrin sebagai sumber karbohidrat. Selain sebagai sumber energi, karbohidrat bisa berfungsi sebagai nutrisi otak. Minuman yang mengandung lebih dari 1,8% karbohidrat dapat mengurangi respon dari hormon stres (adrenocorticotropic hormone, cortisol, catecholamines dan glucagons). Selain itu, karbohidrat juga berperan di dalam fungsi dan produksi neurotransmitter dalam otak. Mineral yang biasa terkandung dalam minuman olahraga adalah sodium, potassium dan magnesium. Sodium berfungsi untuk mengatur pH darah, keseimbangan cairan dan tekanan osmosis agar tidak terjadi pengerutan sel akibat perbedaan tekanan. Potassium berfungsi untuk mengatur pH, keseimbangan cairan dan tekanan osmosis pada cairan intraselluler. Sedangkan magnesium berfungsi dalam relaksasi otot. Olahraga berat yang dimaksud di sini adalah olahraga yang benar-benar menguras tenaga dan keringat (misal : lari marathon). Jika olahraga yang Anda lakukan hanya olahraga catur, bijaksanalah untuk tidak mengonsumsi minuman olahraga, karena kopi susu hangat mungkin akan lebih berguna.

Di zaman perang dunia pertama, air kelapa muda biasa digunakan untuk memulihkan stamina tentara yang loyo setelah pertempuran. Kisah inilah yang mengilhami Food and Agriculture Organization (FAO) untuk menyatakan bahwa air kelapa muda juga bisa berfungsi sebagai minuman olahraga. Ya wajar saja, lha wong air kelapa muda juga mengandung gula dan mineral sebagaimana minuman olahraga (isotonic) kok, alami lagi. Konon, untuk menjaga stamina selama pertandingan, Susi Susanti (pebulutangkis) juga minum air kelapa muda lho.

Komentar dari pengguna Facebook

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*