Ngehe-nya Bersepeda di Puncak

Kring…kring…kring… ada sepeda… #halah

Sepeda jaman sekarang mah jarang yang pake bell kring kring. Kalau pesepedanya sopan, biasanya teriak :”permisi..!”. Kalau pesepedanya cuek, langsung saja nyelonong tanpa permisi, orang lain kaget bukan urusan. Yah, masih mending lah daripada pesepeda nekat, ada rintangan di depan, main tabrak. Braaakkk !.

Bagi orang yang hobi bersepeda, tentu yang dicari adalah rute baru (baca : tantangan). Mau bersepeda kemana ya ?. Masak bersepeda tiap pekan cuma keliling komplek perumahan, mending kalau di komplek ada yang bening, lha kalau pemandangannya cuma jemuran ?. Bisa-bisa malah bikin rabun mata, bro. Mau bersepeda di jalan, beuuh… boro-boro, pagi hari kendaraan bermotor sudah berseliweran tanpa menyisakan ruang bagi sepeda. Belum lagi polusi udara. Mau bersepeda di car free day, jalanan sudah penuh sama orang pacaran dan orang jualan. Terus bersepeda ke mana dong ?.

Enaknya tuh ya, bersepeda itu di alam terbuka yang pemandangannya bagus, udaranya bersih, rutenya bersahabat dan ga jauh dari warung… ehem #eluselusperut.

Kemana lagi kalau bukan bersepeda di Puncak. Semua kriteria terpenuhi. Pemandangannya menyejukkan mata, hijau pepohonan, berbukit-bukit dan berlembah-lembah. Udaranya sejuk. Rutenya bisa dipilih, mau uphill, downhill, track tanah, jalan berbatu, aspal, semuanya ada. Banyak warung di sepanjang rute (ini yang paling penting !).

Titik start yang paling nyohor ya Rindu Alam (warung Mang Ade). Bayar retribusi 10 ribu. Dari sini, kamu bisa memilih track sesuai selera, ada track Rindu Alam (RA klasik, NURA) dan Telaga Warna (TW, TW3, TW5) serta Kelompok Tani Hutan (KTH Kondang, OG/Om Guntur). Lama perjalanan antara 3 – 10 jam. Medan-nya komplit. Mulai jalan berbatu, jalan tanah licin, hingga aspal. Ada tanjakan yang paling terkenal, yaitu tanjakan Ngehe di dekat Taman Safari. Saking ngehe-nya, di sini ada jasa ojek maupun jasa dorong bagi pesepeda yang nggak kuat nanjak. Memang ngehe.

http://www.everytrail.com/view_trip.php?trip_id=1434467

track sepeda Puncak

Kalau belum mengenal rute dan medan-nya, ada baiknya kamu menyewa jasa pemandu alias marshall. Siapin helm, tool kit, ban dalem, pompa, jas hujan dan DENGKUL !.

Seringkali, pesepeda dari luar kota memarkir mobil-nya di parkiran Masjid Harokatul Jannah di Gadog (samping gate Vimala Hill). Dari sini, mereka menuju ke Rindu Alam. Ada sebagian kecil pesepeda yang nekad bersepeda melalui jalan raya Puncak. Tapi, sebagian besar mereka menyewa pick up atau angkot untuk membawa sepeda mereka ke Puncak. Satu angkot biasanya berisi 4 sepeda dengan tarif 100 ribu. Titik ini nantinya menjadi tempat finish.

Bagi pesepeda yang keimanan bersepeda-nya belum terlalu kuat, disarankan untuk memilih track yang tidak ngehe dan lebih manusiawi. Saya biasanya memilih rute ini. Tapi, tolong dicatat, jangan sebut saya pemula, tapi sebut saja pesepeda minimalis. Track minimalis ini hanya melewati jalan beraspal, sesekali melewati pemandangan bagus. Tanjakannya menanjak. Turunannya menurun. Tapi tidak ngehe. Jalan Megamendung, arah Curug Panjang. Jalan Cilember atau jalan-jalan alternatif lain di Puncak juga bisa jadi pilihan. Yaa, pemandangannya ga sebagus track RA, TW atau KTH. Wajar, No Ngehe No Gain.

Cek Daftar Hotel di Puncak

Komentar dari pengguna Facebook

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*