TNI AD Juara Menembak, Kalahkan AS dan Inggris

Australian Army Skill at Arms Meeting (AASAM) 2015 yang berlangsung sejak 20-23 Mei 2015 di Puckapunyal, Victoria, Australia, menjadi ajang pembuktian kehebatan TNI AD dalam menembak. Tak tanggung-tanggung, TNI AD berhasil memborong 30 medali emas, 16 perak, dan 10 perunggu. Perolehan tersebut menjadikan TNI AD juara umum. Dengan demikian, TNI AD telah menjadi juara menembak selama delapan kali berturut-turut sejak 2008.

AASAM merupakan lomba menembak tahunan yang diadakan oleh Angkatan Darat Australia. Pada tahun ini, lomba diikuti oleh 17 tim dari 15 negara. TNI AD menurunkan 9 prajurit Kostrad, 4 ang­gota Kopassus dan 1 prajurit Kodam Mulawarman dan berhasil menyingkirkan tuan rumah Australia (5 medali emas), Amerika Serikat (4 medali emas) dan Inggris (3 medali emas). Sementara Jepang, Brunei Darussalam, Filipina, Selandia Baru, dan Singapura masing-masing hanya men­dapatkan satu medali emas. Adapun Kanada, Malaysia, Timor Leste, Tonga, dan Papua Nugini (PNG) tidak berhasil membawa pulang medali emas.

Kemenangan TNI AD ditunjang oleh senjata buatan PT Pindad, yaitu senjata Senapan Serbu (SS) 2 varian 4 dan pistol G2 Elit yang diguna­kan penembak untuk kategori menembak pistol, senapan, senapan otomatis, sniper dan gabungan. PT Pindad merupakan Badan Usaha Milik Negara yang mampu memproduksi senjata canggih seperti SPR 2 dan Panser Anoa. Senapan Penembak Runduk (SPR) 2 adalah senapan yang memiliki jangkauan tembak sejauh 2 kilometer dengan peluru yang mampu menembus tank baja dan meledakkannya. Panser Anoa adalah kendaraan militer lapis baja yang sudah teruji di medan gurun, seperti Libanon, saat digunakan oleh pasukan perdamaian PBB. Kualitas Panser Anoa berada di level III standar NATO, yaitu level dengan tingkat ketahananan terhadap serangan yang lebih baik dari level II produksi China dan India.

Komentar dari pengguna Facebook
Bagikan ini ke temanmu :

Apa komentarmu ?

Tulis di sini

Alamat email akan disembunyikan. Terimakasih.


*