8 Warisan Dunia dari Indonesia

Peradaban bangsa Indonesia telah dimulai sejak jutaan tahun silam. Tak hanya kekayaan alamnya yang luar biasa, Indonesia juga memiliki budaya yang mengagumkan. Hal ini dibuktikan dengan dimasukkannya 8 kekayaan alam dan budaya Indonesia ke dalam daftar warisan dunia oleh UNESCO (badan khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa yang mengurusi pendidikan, keilmuan dan kebudayaan). Apa saja kedelapan warisan dunia dari Indonesia itu ?.

  1. Candi Borobudur

Candi yang berlokasi di Magelang, Jawa Tengah ini dibangun pada masa kekuasaan Kerajaan Mataram Dinasti Syailendra di abad 8 (750 – 842 M). Candi ini telah berdiri sejak 300 tahun sebelum Angkor Wat didirikan di Kamboja dan 400 tahun sebelum pembangunan katedral di Eropa. Area candi seluas 2520 m2 dengan 60.000 m3 pahatan batu menjadikan Borobudur sebagai Candi Budha terbesar dan terlengkap di dunia.

  1. Taman Nasional Komodo

Taman Nasional Komodo terbentang seluas 219.332 hektar di tiga pulau, yaitu pulau Komodo, pulau Padar dan pulau Rinca. Ketiga pulau tersebut terletak diantara pulau Sumbawa dan Flores. Taman Nasional ini dihuni oleh 5.700 binatang yang hanya ada di tempat ini, yaitu : Komodo (Varanus komodoensis) yang panjang tubuhnya bisa mencapai 3 meter.

  1. Candi Prambanan

Candi Prambanan yang berlokasi di Sleman, Yogyakarta dan Klaten, Jawa Tengah ini merupakan Candi Hindu yang dibangun pada masa kekuasaan Kerajaan Mataram Dinasti Sanjaya di abad 9. Candi Siwa dengan tinggi 47 meter dan lebar 34 meter menjadi candi terbesar di kompleks Candi Prambanan yang terdiri atas 240 candi (saat ini, hanya tersisa 18 candi, sementara sisanya hanya tinggal reruntuhan).

  1. Taman Nasional Ujung Kulon

Taman Nasional Ujung Kulon di Pandeglang, Banten terdiri dari 78.619 Ha daratan dan 44.337 Ha perairan. Taman Nasional ini menjadi tempat berkembangnya 270 spesies hewan dan 57 spesies tumbuhan. Salah satu spesies hewan yang mendiami Taman Nasional ini adalah Badak Jawa atau Badak Bercula Satu (Rhinoceros sondaicus) yang hampir punah (jumlahnya diperkirakan hanya 50 – 60 ekor).

  1. Situs Sangiran

Sangiran merupakan situs arkeologi tempat ilmuwan dunia mempelajari fosil manusia. Situs yang terbentang seluas 56 km2 di antara Sragen dan Karanganyar (Jawa Tengah) ini merupakan tempat ditemukannya fosil manusia purba, yaitu : Pithecanthropus erectus dan Meganthropus palaeojavanicus serta fosil binatang purba. Mereka diduga hidup pada masa 1,5 juta tahun yang lalu.

  1. Taman Nasional Lorentz

Taman Nasional Lorentz di Papua merupakan Taman Nasional dengan ekosistem terlengkap di Asia Pasifik. Taman Nasional ini memiliki Gletser di daerah tropis, salju di puncak gunung hingga sungai yang menghilang ke dalam tanah. Taman Nasional dengan luas mencapai 2,35 juta hektar ini menjadi habitat bagi 630 spesies burung dan 123 spesies mamalia.

  1. Hutan Hujan Tropis Sumatera

Hutan Hujan Tropis Sumatera terdiri dari Taman Nasional Gunung Leuser, Taman Nasional Kerinci Seblat dan Taman Nasional Bukit Barisan. Total area ketiga Taman Nasional tersebut mencapai 2,5 juta hektar dan menjadi Taman Nasional terbesar di Asia Tenggara. Taman Nasional ini dihuni oleh 10.000 spesies tanaman, 200 spesies mamalia serta 580 spesies burung.

  1. Subak

Subak merupakan sistem pengairan sawah yang dilakukan oleh masyarakat Bali. Luas sawah di Bali mencapai 19.500 hektar dengan 1.200 sumber pengairan dimana 1 sumber pengairan dikelola untuk 50 hingga 400 petani. Sawah dibuat terasering atau sengkedan sejumlah 5 undakan. Tiap Subak memiliki Pura (tempat sembahyang umat Hindu) yang dipimpin oleh pemuka adat.

Komentar dari pengguna Facebook
Bagikan ini ke temanmu :
Share

Apa komentarmu ?

Tulis di sini

Alamat email akan disembunyikan. Terimakasih.


*