10+ Resep Aneka Keripik

http://www.dreamstime.com/stock-photos-rippled-potato-chips-image5100283

Hampir semua orang Indonesia suka keripik, kecuali orang yang tak punya gigi (maaf). Silahkan amati makanan ringan yang disajikan di rumah-rumah. Isinya keripik dan sejenis-nya kan ?. Bahkan, kaleng biscuit-pun isinya keripik !. Baiklah, berikut ini 10 + resep aneka keripik yang bisa dijadikan alternatif isi kaleng biscuit di rumah Anda.

  1. Keripik Jagung

Alat : kompor, panci, peniris/saringan, timbangan, pengaduk, botol gelas/alat pembuat lembaran adonan, alat penggiling/blender, pisau, talenan/landasan, tampah/alat penjemur, alat penggorengan

Bahan : 1 Kg Jagung, 50 g kapur sirih, 50 g garam, 40 g bawang putih, 4 g merica, minyak goreng, air

Cara pengolahan :

  • 1 kg jagung direbus dalam larutan kapur selama 2 –2,5 jam. Larutan kapur dibuat dengan melarutkan 50 gram kapur sirih ke dalam 10 liter air, lalu ditambahkan 50 gram garam dan 1 sendok makan minyak goreng. Penambahan minyak goreng bertujuan untuk memperoleh busa pada saat perebusan jagung
  • Setelah perebusan, jagung dibiarkan terendam di dalam larutan kapur selama 16 – 24 jam, sembari diaduk beberapa kali
  • Jagung ditiriskan dan dicuci sebanyak 5 – 7 kali dengan air bersih, untuk menghilangkan sisa kapur. Setelah bersih, biji ditiriskan
  • Jagung dibumbui dengan 30 – 50 gram bawang putih dan 3 – 5 gram merica yang telah dihaluskan
  • Jagung yang telah dibumbui digiling sampai diperoleh adonan yang halus dan rata
  • Adonan ditipiskan sehingga membentuk lembaran. Penipisan dilakukan dengan menggiling adonan menggunakan botol di atas meja yang dilapisi plastik. Adonan yang sudah berbentuk lembaran tipis dipotong-potong persegi (ukuran 1 – 3 cm)
  • Adonan dijemur sampai kering atau dikeringkan dengan alat pengering sampai kadar air di bawah 8%. Keripik yang telah kering akan berbunyi jika dipatahkan
  • Adonan yang sudah kering digoreng dengan minyak panas (suhu 170 °C) selama 10 – 15 detik. Untuk memperoleh rasa tertentu, keripik yang sudah matang dicampur dengan seasoning (bumbu penyedap)
  1. Keripik Singkong/Kentang

Alat : kompor, panci, peniris/saringan, timbangan, pengaduk, pisau, talenan/landasan, cobek/blender, tampah/alat penjemur, alat penggorengan

Bahan : Singkong/kentang, kapur sirih, garam, bawang putih, minyak goreng, air

Cara pengolahan :

  • Umbi dikupas dan dicuci
  • Umbi diiris tipis (2 mm), lalu segera direndam ke dalam larutan kapur jenuh selama semalam (12-24 jam). Larutan kapur jenuh dibuat dengan cara melarutkan kapur sirih sedikit demi sedikit ke dalam air sambil diaduk. Penambahan kapur sirih dihentikan setelah kapur sirih sudah tidak dapat larut lagi ke dalam air. Manfaat perendaman diantaranya dapat mengurangi kandungan asam sianida (HCN) singkong, permukaan irisan lebih putih dan memperbaiki tekstur
  • Irisan umbi dibilas dengan air bersih, kemudian ditiriskan
  • Irisan umbi direbus ke dalam larutan bumbu yang sudah mendidih selama 3 menit. Larutan bumbu dibuat dengan melarutkan 1 gram garam dan 20 gram bawang putih yang sudah dihaluskan ke dalam 1 liter air
  • Irisan umbi ditiriskan lalu dijemur atau dikeringkan dengan alat pengering sampai kadar air dibawah 15% (irisan berbunyi jika dipatahkan)
  • Irisan yang sudah kering digoreng dengan minyak panas (suhu 170 °C) selama 10 – 15 detik. Untuk memperoleh rasa tertentu, keripik yang sudah matang dicampur dengan seasoning (bumbu penyedap)

Catatan :

  • pilihlah singkong yang berumur 9 bulan (kadar air 40 – 50%), daging putih segar, serat kulit agak halus. Hindari singkong berukuran kecil, ada noda hitam, daging kekuningan, agak kusam/pucat, bau apek.
  • Rendemen keripik kentang sebesar 20 %, artinya kentang sebanyak 1 Kg hanya akan menghasilkan keripik kentang sekitar 200 gram.
  1. Keripik Ubi Jalar

Alat : kompor, panci, peniris/saringan, timbangan, pengaduk, pisau, talenan/landasan, tampah/alat penjemur, alat penggorengan

Bahan : 10 Kg ubi jalar, 100 g Natrium Metabisulfit, minyak goreng, air

Cara pengolahan :

  • 10 Kg ubi jalar yang baru dipanen, dicuci, dikupas dan dihilangkan bagian tunasnya
  • Ubi jalar yang sudah dikupas segera direndam ke dalam air, untuk mencegah perubahan warna
  • Ubi jalar diiris tipis (sekitar 1 ½ ~ 2 ½ mm)
  • Untuk memperbaiki warna keripik dan menghilangkan rasa getir, ubi jalar direndam dalam 10 liter air yang diberi 100 g natrium metabisulfit
  • Ubi dicuci, ditiriskan kemudian dikukus selama 5 menit setelah air mendidih
  • Irisan umbi ditiriskan lalu dijemur atau dikeringkan dengan alat pengering sampai kadar air dibawah 15% (irisan berbunyi jika dipatahkan)
  • Irisan yang sudah kering digoreng dengan api sedang. Untuk memperoleh rasa tertentu, keripik yang sudah matang dicampur dengan seasoning (bumbu penyedap)

 

  1. Keripik Tempe

Alat : kompor, panci, peniris/saringan, timbangan, pengaduk, pisau, talenan/landasan, cobek/blender, tampah/alat penjemur, alat penggorengan

Bahan : 5 Kg tempe, ½ Kg tepung beras, ½ sendok makan ketumbar, 5 g kemiri, 3 siung bawang putih, garam secukupnya, kapur sirih secukupnya, santan secukupnya, minyak goreng, air

Cara pengolahan :

  • 5 Kg tempe diiris tipis (± 1 ~ 1 ½ mm)
  • Irisan dimasukkan ke dalam adonan. Adonan dibuat dengan mencampur ½ Kg tepung beras dengan bumbu halus yang terdiri dari ½ sendok makan ketumbar, 5 gram kemiri, 3 siung bawang putih, garam secukupnya serta kapur sirih secukupnya. Santan dituangkan sedikit demi sedikit hingga terbentuk adonan agak encer
  • Irisan yang sudah dilumuri adonan lalu digoreng dalam minyak panas hingga berwarna kuning kecoklatan
  1. Keripik Pisang

Alat : kompor, panci, pisau, talenan/landasan, cobek/blender, tampah/alat penjemur, alat penggorengan

Bahan : 20 Kg pisang (ambon/kapas/tanduk/kepok), garam secukupnya, minyak goreng, air

Cara pengolahan :

  • 20 Kg pisang tua (mengkal) dijemur 5~7 jam, lalu dikupas
  • Pisang diiris tipis ± 1~2 mm
  • Irisan pisang digoreng sedikit demi sedikit, agar tidak lengket satu sama lain, menggunakan minyak goreng yang telah dibubuhi garam. Penggorengan dilakukan hingga keripik pisang berwarna kuning kecoklatan
  1. Keripik Buah

Alat : vacuum fryer, panci, pisau, talenan/landasan, alat peniris/saringan

Bahan : buah (salak/nangka/nanas/apel/mangga), air, minyak goreng

Cara pengolahan :

  • Buah yang biasa digunakan sebagai bahan baku keripik buah diantaranya adalah Salak (rendemen 11%), Nangka (rendemen 6,5 – 7 %), Nenas (rendemen 10 %), Apel (rendemen 10 %), Pisang (rendemen 10 %), Mangga (rendemen 10%)
  • Buah dikupas, dicuci hingga bersih lalu diiris
  • Irisan buah dimasukkan ke dalam vacuum fryer yang telah diberi minyak. Penggorengan pada suhu 90°C dengan tekanan -76 cmHg biasanya memakan waktu sekitar 1 jam. Minyak goreng bisa digunakan hingga 60 kali penggorengan

Catatan :

  • untuk menggoreng kerupuk buah diperlukan alat penggorengan khusus, yaitu : vacuum fryer
  • jumlah bahan yang bisa digoreng tergantung kapasitas mesin
  • rendemen : prosentase dari jumlah produk yang dihasilkan dibandingkan dengan jumlah bahan baku awal
  1. Keripik kulit ikan

Alat : kompor, panci, pisau, talenan/landasan, alat peniris/saringan, cobek/blender, tampah/alat penjemur, alat penggorengan

Bahan : kulit ikan (patin/kakap/tuna), air, kapur sirih, bawang putih, garam, ketumbar, minyak goreng

Cara pengolahan :

  • Kulit ikan dicuci lalu direndam dalam larutan kapur sirih selama 1 jam
  • Setelah ditiriskan, kulit ikan direndam dalam larutan bumbu yang terdiri dari bawang putih, ketumbar dan garam yang telah dihaluskan
  • Kulit ikan dijemur selama 2 – 3 hari atau dikeringkan menggunakan alat pengering/oven
  • Setelah kering, kulit ikan digoreng dan didiamkan semalam di dalam toples sebelum dikemas. Jika keripik melempem, maka keripik digoreng kembali
  1. Keripik paru

Alat : kompor, panci, pisau, talenan/landasan, alat peniris/saringan, cobek/blender, alat penggorengan

Bahan : 1 Kg paru sapi, 50 g tepung terigu, 50 g tapioka, 100 g tepung beras, 2 siung bawang putih, 3 biji kemiri, 2 biji kencur, minyak goreng

Cara pengolahan :

  • 1 Kg paru sapi dicuci hingga bersih
  • Paru direbus hingga berbuih putih (sekitar 5 menit)
  • Paru diiris tipis
  • Paru dimasukkan ke dalam campuran 50 g tepung terigu, 50 g tapioka, 100 g tepung beras dan bumbu halus yang terdiri dari 2 siung bawang putih, 3 biji kemiri dan 2 biji kencur
  • Paru digoreng hingga melempem lalu ditiriskan
  • Paru digoreng kembali hingga kering
  1. Rambak Ceker

Alat : kompor, panci pengukus, pisau, talenan/landasan, alat peniris/saringan, cobek/blender, alat penggorengan

Bahan : ceker ayam, bawang putih, ketumbar, garam, penyedap rasa, air, minyak goreng

Cara pengolahan :

  • Ceker ayam yang sudah bersih dikukus hingga matang (sekitar 2 jam)
  • Ceker ayam dikuliti hingga terpisah dari tulangnya
  • Ceker ayam direndam dalam larutan bumbu yang terdiri dari bawang putih, ketumbar, garam dan penyedap rasa, selama 10 menit
  • Ceker dijemur hingga kering (sekitar 3 hari)
  • Setelah kering, ceker ayam digoreng dan didiamkan semalam di dalam toples sebelum dikemas. Jika rambak melempem, maka rambak digoreng kembali
  1. Keripik Kulit Melinjo

Alat : kompor, panci/baskom, alat peniris/saringan, cobek/blender, alat penggorengan

Bahan : 3 Kg kulit melinjo, 15 siung bawang putih, 20 helai daun jeruk nipis, 25 g garam, 700 g gula merah, 5 batang daun sereh, 30 buah cabe merah, 10 mL cuka 25%, air, minyak goreng

Cara pengolahan :

  • 3 Kg kulit melinjo yang masih segar, tidak bau busuk berwarna merah tua dicuci, lalu ditiriskan
  • Kulit melinjo dijemur sampai kering (kadar air di bawah 10%) atau dikeringkan dengan alat pengering
  • Setelah kering, kulit melinjo digoreng di dalam minyak panas (suhu 170°C) sampai garing (sekitar 5-10 menit)
  • 15 siung bawang putih, 20 helai daun jeruk nipis, 25 g garam dihaluskan lalu ditumis hingga harum
  • 700 g gula merah yang sudah diiris tipis, 5 batang daun sereh yang sudah dimemarkan, 30 buah cabe merah yang sudah dibuang bijinya dan diiris tipis, dimasukkan kedalam tumisan bumbu, lalu ditambah setengah gelas air dan 10 mL cuka 25 %. Pengadukan dilakukan hingga bumbu mengental
  • Kulit melinjo yang masih dalam keadaan panas setelah digoreng, dimasukkan ke dalam adonan bumbu, lalu diaduk hingga tercampur rata

 

  1. Kerupuk Ampas Tahu

Alat : kompor, panci pengukus, alat peniris/saringan, cobek/blender, pisau, talenan/landasan, tampah/pengering, alat penggorengan

Bahan : 2 Kg ampas tahu, 1 Kg tapioka, 30 g garam, 100 g bawang putih, 25 g merica, 50 g udang kering, 20 mg penyedap rasa, minyak goreng

Cara pengolahan :

  • 2 Kg ampas tahu diperas untuk mengurangi kadar airnya, lalu dikukus selama 30 menit
  • Ampas tahu dicampur dengan 1 Kg tapioka dan bumbu halus yang terdiri dari 30 g garam, 100 g bawang putih, 25 g merica, 50 g udang kering, 20 g MSG, lalu diuleni hingga hingga kalis (penampakan licin, kompak dan tidak lengket)
  • Adonan dibentuk silinder dengan diameter 5-6 cm dan panjang 20 cm
  • Adonan dikukus selama 2 jam sampai bagian tengahnya matang
  • Adonan yang telah matang diangin-anginkan selama 3-5 hari hingga mengeras dan mudah dipotong
  • Adonan diiris tipis (2-3 mm)
  • Irisan dijemur atau dikeringkan dengan alat pengering (irisan berbunyi jika dipatahkan)
  • Kerupuk ampas tahu mentah digoreng di dalam minyak panas (170°C) sambil dibolak-balik hingga matang dan mekar

Catatan : Selain ampas tahu, bisa pula digunakan bahan lain seperti waluh, wortel atau bahan baku lain yang harganya murah. Biasanya, perbandingan yang digunakan untuk campuran antara bahan-bahan tersebut dengan tapioka adalah satu banding satu

  1. Kerupuk Udang

Alat : kompor, panci pengukus, alat peniris/saringan, pengaduk, cobek/blender, pisau, talenan/landasan, tampah/pengering, alat penggorengan, lemari pendingin

Bahan : 100 g udang saih, 50 g bawang putih, 20 g bubuk merica, 40 g garam, 1 kuning telur, 20 g gula pasir, 1 Kg tapioka, 100 g terigu, 250 mL air, minyak goreng

Cara pengolahan :

  • 50 g bawang putih dihaluskan, dicampur dengan 20 g bubuk merica, lalu ditumis sampai harum
  • 100 g udang saih dijemur atau disangrai hingga kering (kadar air <6%), lalu dihaluskan menggunakan blender, kemudian dicampur dengan bumbu yang telah ditumis
  • Campuran tersebut ditambah 40 g garam, 1 kuning telur, 20 g gula, kemudian diaduk hingga rata
  • 1 Kg tapioka dicampur dengan 100 g terigu, lalu dibagi menjadi dua bagian
  • Bagian pertama dicampur dengan campuran bumbu dan 250 mL air, lalu direbus sambil diaduk hingga menyerupai lem
  • Setelah adonan menyerupai lem, adonan kedua dimasukkan sedikit demi sedikit sambil diaduk hingga diperoleh adonan yang halus dan tidak lengket
  • Adonan dibentuk selinder (panjang 20 cm, diameter 6 cm), lalu dikukus selama 1 – 2 jam hingga bagian dalamnya matang
  • Adonan didiamkan selama 24 jam di suhu ruang, lalu disimpan ke dalam lemari pendingin selama 24 jam hingga adonan mengeras dan mudah dipotong
  • Adonan diiris tipis, diangin-anginkan selama 12 jam, kemudian dijemur atau dikeringkan dengan alat pengering hingga kadar air kurang dari 8% (kerupuk mentah berbunyi jika dipatahkan)
  • Kerupuk digoreng di dalam minyak panas (170°C) sambil dibolak-balik hingga matang dan mekar
  1. Amplang Tenggiri

Alat : kompor, panci, pengaduk, blender, pisau, talenan/landasan, alat penggorengan

Bahan : 1 Kg daging ikan tenggiri, 3 butir telur, 5 g penyedap rasa, 10 siung bawang putih, garam, 250 g tepung tapioka, air, minyak goreng

Cara pengolahan :

  • 1 Kg daging ikan tenggiri digiling hingga halus
  • Daging ikan dicampur dengan 3 butir telur dan bumbu halus yang terdiri dari 5 g MSG (vetsin), 10 siung bawang putih dan garam secukupnya
  • Adonan daging ikan dicampur dengan 250 g tepung tapioka, lalu diuleni hingga rata
  • Adonan dicetak memanjang lalu dipotong menyerupai dadu kemudian digoreng
  1. Rempeyek Kacang

Alat : kompor, panci/baskom, sendok, cobek/blender, alat penggorengan

Bahan : 1 Kg tepung beras, 200 g sagu, 200 g tepung terigu, 4 butir kuning telur, 150 mL santan, 250 g kacang tanah, 5 siung bawang putih, 5 siung bawang merah, 1 sendok teh ketumbar, 5 g kencur, garam, air, minyak goreng

Cara pengolahan :

  • 1 Kg tepung beras, 200 g sagu, 200 g tepung terigu, 4 butir kuning telur, 150 g santan dan 250 g kacang tanah dicampur dengan bumbu halus yang terdiri dari 5 siung bawang putih, 5 siung bawang merah, 1 sendok teh ketumbar, 5 g kencur dan garam secukupnya.
  • Adonan rempeyek dialirkan di pinggir wajan berisi minyak goreng dengan api sedang
  • Rempeyek digoreng hingga kuning kecoklatan
Komentar dari pengguna Facebook
Bagikan ini ke temanmu :
Share

Apa komentarmu ?

Tulis di sini

Alamat email akan disembunyikan. Terimakasih.


*