Ayo Benahi Pariwisata Puncak

Industri pariwisata menjadi salah satu industri primadona di Kabupaten Bogor. Bagaimana tidak, menurut Nurhayanti (Bupati Bogor) pada tahun 2014, industri pariwisata menyumbang sekitar 26 % dari pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Bogor. Jika di-Rupiah-kan, nilainya cukup besar, mengingat PAD Kabupaten Bogor tahun 2014 mencapai sekitar Rp 1,4 triliun (dimana, total pendapatan Kabupaten Bogor pada saat itu berkisar Rp 5 triliun). Dibandingkan dengan kawasan wisata lain di Kabupaten Bogor (misal : Sentul), kawasan Puncak merupakan penyumbang PAD terbesar di sektor ini. Wisata alam yang terbentang di sepanjang Puncak mampu menjadi magnet bagi wisatawan selama bertahun-tahun. Namun, apakah kondisi seperti ini akan berlangsung selamanya ?. Mari kita simak disertasi Syarifah Sofiah Dwikorawati (pada waktu itu masih menjabat sebagai Kepala Dispenda Kabupaten Bogor) untuk meraih gelar Doktor di Institut Pertanian Bogor (IPB) pada tahun 2012.

Disertasi berjudul Model Kebijakan Pengelolaan Pariwisata yang Berdaya Saing dan Berkelanjutan di Kawasan Puncak ini memaparkan beberapa fakta menarik sebagai berikut :

  1. Jumlah wisatawan yang berkunjung ke Kawasan Puncak pada tahun 2004 sebanyak 1.102.680 orang, lalu meningkat menjadi 1.335.443 orang pada tahun 2009 (Disbudpar, 2009). Jumlah kendaraan yang melintasi kawasan Puncak pada tahun 2009 sebanyak 6.144.000 kendaraan (sekitar 10.000 kendaraan pada hari biasa dan 39.564 kendaraan pada hari Minggu).
  2. Kunjungan wisatawan terbanyak pada tahun 2009 adalah Taman Safari Indonesia (47.92 %), Gunung Mas (20.61 %) dan Curug Cilember (14.34 %). Wisatawan berasal dari Jakarta (40 %), Bogor (18 %), Depok (17 %), Bandung (14 %), Jawa Tengah (6 %) dan Sumatera (5 %). Sejumlah 81 % wisatawan telah mengunjungi Puncak lebih dari 3 kali dan sejumlah 20 % tidak menginap. Pengunjung umumnya datang secara rombongan (52%), bersama teman atau kerabat (35.2 %), bersama keluarga (7.2 %) atau sendiri (5.6 %).
  3. Alasan wisatawan mengunjungi Puncak: ingin melihat pemandangan (76 %), fasilitas di Puncak lengkap (13 %), obyek wisata beragam (7 %), jarak relatif dekat (4 %).
  4. Prosentase biaya yang dikeluarkan oleh wisatawan: penginapan (34.93 %), transportasi (16.53 %), makanan & minuman (16.22 %), belanja (15.48 %), lain-lain (7.87 %), parkir (0.74 %). Total biaya yang dikeluarkan oleh wisatawan dalam satu tahun sebesar Rp. 1.935.695.900.264.
  5. Mahalnya biaya perjalanan tidak menurunkan minat wisatawan berkunjung ke Puncak.
  6. Kemacetan menurunkan minat wisatawan berkunjung ke Puncak.
  7. Keluhan wisatawan: kemacetan (46.67 %), pertumbuhan pedagang kaki lima yang sangat mengganggu kenyamanan dan keindahan serta menimbulkan kemacetan (33.3 %), banyak reklame (13.3 %), fasilitas kurang terawat (3.33 %), keberadaan bangunan liar (1 %).
  8. Saran dari wisatawan: pemerintah menangani kemacetan (59 %), pengusaha memperbaiki dan memelihara fasilitas obyek wisata (23 %), meningkatkan kelestarian alam (10 %), meningkatkan pelayanan (6 %), meningkatkan kualitas SDM dan penurunan tarif (2 %).
  9. Kawasan Lembang (Bandung) sebagai kompetitor Kawasan Puncak memiliki beberapa keunggulan dalam hal: akses lebih mudah, kualitas lingkungan lebih bagus, akses internet lebih bagus, kualitas SDM lebih bagus, tingkat kriminalitas dan gangguan kamtibmas lebih rendah, wisatawan mancanegara lebih banyak. Adapun keunggulan kawasan Puncak dibanding Lembang adalah perputaran uang lebih besar serta tingkat kesejahteraan masyarakat lebih tinggi.
  10. Analisa dari dimensi hukum dan kelembagaan, ekologi, sosial budaya, sarana prasarana menunjukkan bahwa pariwisata di kawasan Puncak berstatus tidak berkelanjutan (tidak dikelola dengan baik, sehingga terancam keberlangsungannya). Adapun analisa dari dimensi ekonomi menunjukkan bahwa pariwisata di kawasan Puncak statusnya berkelanjutan.

Fakta nomor 1 sampai dengan nomor 5 di atas menunjukkan bahwa industri pariwisata Puncak sangat seksi secara ekonomi. Tapi, fakta nomor 6 sampai dengan 10 di atas membuat kita prihatin dan bertanya, apakah legitnya industri pariwisata Puncak ini akan berlangsung selamanya ?. Jika tidak dibenahi, bukan tidak mungkin wisatawan akan beralih ke destinasi wisata baru di Kabupaten Bogor, entah itu Sentul, Lido atau bahkan jauh di luar Bogor, yaitu Lembang (Bandung).

Ayo benahi pariwisata Puncak !.

Komentar dari pengguna Facebook
Bagikan ini ke temanmu :
Share

Apa komentarmu ?

Tulis di sini

Alamat email akan disembunyikan. Terimakasih.


*