Cengkeraman Tangan yang Lemah Beresiko Terkena Serangan Jantung

Seseorang dengan cengkeraman tangan yang lemah beresiko terkena serangan jantung. Tidak hanya itu. Orang tersebut juga beresiko terkena stroke, hingga resiko kematian. Fakta tersebut diungkap oleh sebuah jurnal penelitian yang dipublikasikan oleh The Lancet.

Penelitian yang dilakukan oleh The Prospective Urban-Rural Epidemiology (PURE) ini melibatkan 139.691 orang . Usia responden berkisar antara 35 sampai dengan 70 tahun. Mereka hidup di 17 negara selama 4 tahun. Kekuatan cengkeraman tangan diukur menggunakan handgrip dynamometer. Hasilnya cukup mencengangkan. Setiap penurunan kekuatan cengkeraman tangan sebesar 5kg menunjukkan peningkatan terhadap resiko kematian sebesar 16 %. Resiko terkena serangan jantung sebesar 7 % dan stroke sebesar 9 %. Hasil ini berlaku untuk semua orang. Tidak peduli siapa, umur berapa, pendidikannya apa, pekerjaannya apa, aktivitasnya apa, merokok atau tidak serta minum alcohol atau tidak.

Wah, ngeri juga ya. Pertanyaan saya adalah : jika seseorang berlatih dengan keras sehingga cengkeraman tanggannya kuat, apakah ia bisa terhindar dari resiko tersebut ?. Ah, ternyata penelitian ini tidak membahas hal tersebut.

Pengujian kekuatan cengkeraman tangan memang bisa jadi merupakan cara yang mudah dan murah untuk mengetahui resiko kematian dan serangan jantung seseorang. Tetapi, penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk mengetahui apakah usaha untuk meningkatkan kekuatan otot mampu menurunkan resiko kematian dan serangan jantung seseorang. Demikian pernyataan dari kepala penelitian, Dr Darryl Leong dari Population Health Research Institute, Hamilton Health Sciences and McMaster University, Hamilton, Canada.

Sumber : www.sciencedaily.com

Komentar dari pengguna Facebook
Bagikan ini ke temanmu :
Share

Apa komentarmu ?

Tulis di sini

Alamat email akan disembunyikan. Terimakasih.


*