Apapun Pilihannya, Jangan Saling Membenci

Bagikan ini ke temanmu :
Share

Menurut Dr. Kappas (hypnotherapist), tindakan seseorang dipengaruhi oleh pikiran sadar (12 %) dan bawah sadar (88 %). Pikiran bawah sadar lebih besar pengaruhnya dalam menentukan tindakan seseorang dibandingkan dengan pikiran sadar. Meski teori ini belum tentu 100% benar, tapi setidaknya bisa menjelaskan fenomena … mengapa cinta itu buta. Ya, begitulah. Kalau sudah cinta…. “titik-titik”… serasa coklat.

Jadi, dimaklumi saja kalau cebong & kampret hanya akan mengumpulkan & mempercayai informasi yang sesuai dengan ‘selera’ pikiran bawah sadar ke-kecebong-an & ke-kampret-an-nya. Mirip dengan (maaf), perokok. Meskipun banyak informasi yang menyatakan bahwa merokok tidak baik untuk kesehatan dan secara hukum Islam itu makruh atau haram, tetap saja masih banyak perokok. Boleh jadi karena dalam pikiran bawah sadarnya, mereka percaya : “mbah-mbah sing ngerokok kae yo sehat-sehat wae”, “Lha wong bapake, koncone & kyaine yo ngerokok kok”, “nek ora ngerokok… yo ora enak”. . ibarat dangdut, ga goyang ga enak… duh.

Sepertinya, perang informasi menjadi tidak efektif untuk merubah pikiran sadar seseorang yang sudah memiliki pikiran bawah sadar yang bertentangan dengan informasi tersebut. Kalau aksi ini terus disemburkan, reaksi yang timbul justru berpotensi mempertajam perbedaan.

Kalau ada ujung magnet menghadap ke utara, maka ujung yang lain akan menghadap ke selatan. Polarisasi. Ketika ada golongan yang beraksi “saya Pancasila”, seolah-olah golongan lain “dituduh” anti Pancasila. Ketika ada golongan yang beraksi “ulama saya yang benar”, seolah-olah golongan lain “dituduh” ulama-nya tidak benar. Reaksi yang berlawanan akan berusaha untuk membalikkan aksi tersebut.

Polarisasi tidak bisa dihindari. Sudah hukum alamnya seperti itu. Polarisasi hanya perlu dikelola dengan baik. Apapun pilihannya, jangan sampai polarisasi ini menimbulkan kebencian dan hal-hal yang tidak produktif, seperti : kekerasan, intimidasi atau bahkan terorisme. Kita berbeda, untuk saling mengenal (Al Hujurat : 13).

Agenda politik 5 tahunan terlalu sepele kalau dijadikan alasan untuk membenci dan memecah belah. Siapa tahu, teman yang kita benci, satu saat jadi besan.. halah.

Nah, kalau besok-besok masih ada di timeline saya, status teman-teman yang merasa pilihan dan golongannya paling baik, lalu pilihan dan golongan lainnya tidak baik serta memicu kebencian… maaf, ijinkan saya GARUK-GARUK telapak kaki Anda…!.

Apa komentarmu ?

Tulis di sini

Alamat email akan disembunyikan. Terimakasih.


*