[Inspirasi Sukses 16] MARDIGU WOWIEK PRASANTYO : Sadar Kaya

Bagikan ini ke temanmu :

Millionaire Mindset Bootcamp mengajarkan cara untuk membersihkan mindset negative yang menghambat orang untuk kaya serta mengenali pola datangnya rejeki. Trainernya, Mardigu Wowiek Prasantyo. Siapa dia ?. “Jika saya matikan keran pipa gas perusahaan ini, maka setengah Singapura akan gelap gulita”, candanya. Ia pernah menjadi pemegang saham minoritas di PT. Titis Sampurna yang menyalurkan gas melalui pipa ke Singapura.

Wowiek terjun ke bisnis property melalui Jatiwaringin Residence dan Palm Residence. Lewat Empora Gaharu, ia mengelola Arra Lembah Pinus Hotel (Cianjur), Arra Amandaru Hotel & Cepu Oil Center (Cepu), Area 247 Ketapang (Banyuwangi), Kraton Village (Pasuruan) dan Arra Lembah Sarimas Hotel (Ciater). Ia juga mengelola 2 restoran. Perusahaannya yang lain, Amupark Indonesia, sedang menggarap taman hiburan di Jawa Timur. Perusahaannya yang lain lagi, Narapatih Inspiratama bergerak di bisang konsultasi dan pelatihan. Keseluruhan perusahaannya mencapai 32 unit. Penggagas uang digital/cryptocurrency atau bitcoin-nya Indonesia (Cyronium yang diperdagangkan melalui Santara) ini juga merupakan pendiri Rumah Yatim Indonesia yang mengelola tak kurang dari 10.000 santri.

Wowiek jebolan San Fransisco State University. Master (S2) di bidang Applied Psychology. Karena keahliannya dalam hal hypnotherapy, Ia menjadi staf ahli di ANSTRA (Analisis & Strategis) Kementerian Pertahanan RI. Salah satu tugasnya adalah membantu polisi untuk mencuci otak teroris. Pada tahun 2010, Wowiek sudah melakukan wawancara dengan 437 teroris.

Saat kuliah di negeri Paman Sam, sekitar tahun 1988, Ia menerima tawaran dari seseorang bernama Sulaiman untuk membawa mobil dari Kansas (tempat kost Sulaiman) ke California (tempat kost Wowiek). Jaraknya sekitar Aceh – Bali. Meski perjalanannya panjang dan melelahkan, Wowiek menerima tawaran itu karena bayarannya tinggi, USD 3.000. Cukup untuk melunasi biaya kuliah Wowiek hingga selesai. Kok cuma bawa mobil bayarannya bisa sebesar itu ?. Ya jelas, lha wong mobilnya itu Ferrari Testarossa. Mobil mewah 5.000 cc yang harganya mencapai USD 181 ribu.

Sulaiman berdalih, mobil itu berplat nomor California. Ia akan menjualnya. Sebentar lagi, orang tua Sulaiman akan menjenguk ke tempat kost-nya dan bisa marah besar kalau mengetahui anaknya menghambur-hamburkan uangnya untuk membeli mobil mewah. Alasan yang masuk akal. Setelah mempelajari fitur-fitur mobil dan mengamati peta perjalanan, Wowiek menggeber mobil itu. Sesampainya di Topeka, sekitar 2 jam perjalanan dari Kansas, Wowiek menelpon Sulaiman. Ia kaget bukan kepalang. Sulaiman bercerita bahwa ia akan segera melapor ke polisi bahwa ia kehilangan Ferrari-nya. Dengan demikian, ia bisa mengurus klaim asuransi kehilangan mobil. Sulaiman akan mendapat uang dari perusahaan asuransi. Untung besar buat Sulaiman. Toh mobilnya tak benar-benar hilang. Hanya dititipkan ke Wowiek. Soal Wowiek menyetir mobil sambil merasa dikejar-kejar polisi. Itu soal lain.

Wowiek lahir di Madiun pertengahan tahun 60-an. Ayahnya seorang pensiunan Kapten TNI Angkatan Udara. Hidupnya sederhana. Tinggal di rumah yang tak ada perabotan di dalamnya. Masa kecil Wowiek berpindah-pindah tempat mengikuti tugas ayahnya. Malang, Madiun, Bandung, Palembang, Balikpapan, Jakarta dan Bali. Wowiek kecil sering ikut ayahnya berjualan tembakau. Usaha sampingan. Tapi, filosofi bisnis yang diajarkan oleh ayahnya membekas ke dalam hati. Bahwa bisnis itu harus ditata (manajemen). Bisnis itu harus dilandasi rasa tentram.

Kuliah ke Amerika sudah menjadi cita-citanya sejak kecil. Cita-cita yang selalu ditertawakan oleh teman-temannya. Meski nilainya mayoritas 6, Wowiek nekad mendaftar ke Depdikbud (Departemen Pendidikan dan Kebudayaan). Ia dimarahi oleh pegawai Depdikbud karena hanya menambah pekerjaannya saja. Tapi, keinginan Wowiek terkabul. Bukan karena nilainya bagus, tapi karena pada saat itu, dari 6 kesempatan kuliah di Amerika, hanya 2 orang yang mendaftar. Salah satunya Wowiek.

Pada tahun 2007, ayahnya meninggal. Seribu hari setelah itu, Ibunda mengutarakan niatnya untuk menjual rumah di Halim (Jakarta Timur). Ibu ingin pulang kampung ke Malang, Jawa Timur. Mengisi masa tuanya dengan berkebun. Adik perempuan Wowiek dan keluarganya juga tinggal di Malang. Mereka mengelola pabrik pupuk organic berbentuk granule. Masalahnya, rumah itu masih berstatus sebagai agunan di Bank. Semula keluarga tidak ada yang tahu jika 3 bulan sebelum meninggal, ayahnya menjaminkan rumahnya ke Bank untuk modal usaha patungan bersama rekan bisnisnya, Julian Yeoh. Warga Singapura.

Sejak ayahnya meninggal, cicilan ke Bank tidak pernah dibayarkan. Parahnya lagi, pada saat dijaminkan, appraisal value-nya dinaikkan 50 % dari harga rumah sebenarnya. Sehingga, jika pinjaman ditambah bunga, maka nilainya sekitar 2 kali lipat dari harga rumah. Kalaupun dijual, ibu tidak akan memperoleh uang hasil penjualan karena rumah itu ditawar oleh tetangganya sebesar hutang mereka ke Bank. Jika ibu tahu, mungkin ia akan kecewa. Wowiek memilih untuk merahasiakan masalah itu.

Wowiek pernah bernegosiasi dengan Bank. Ia meminta “hair cut” bunga dan bersedia membayar pokoknya. Bank setuju. Tapi, tetap saja jumlahnya terlalu besar untuk dibayar kontan. Wowiek mencari Julian. Berdasar informasi dari Interpol, Julian ada di Singapura. Wowiek terbang ke Singapura untuk meminta pertanggungjawabannya. Tapi sia-sia. Julian sudah bangkrut. Istrinya sakit-sakitan. Kanker. Muntah darah.

Dalam perjalanan pulang menuju bandara Changi, Wowiek berdialog dengan sopir taksi dalam bahasa Singlish (Singapore English). Curhatan Wowiek dibalas dengan nasehat oleh sopir taksi. Wowiek merasa tidak ada jalan keluar lain selain memberitahu ibunda tentang kondisi sebenarnya. “No, no, no, young man. No. Absolutely no”, teriak sang sopir.

“Young man, saya hanya mengingatkan, tak niat menggurui. Kite jangan pernah membuat sedikit pun hati ibu kite tergetar akan kecewa atau sedih karena perbuatan kite. Jangan. Jangan sekali pun. Ibu kite akan susah karena kite mengatakan sebenarnye”.

“Kamu boleh ambil ember, lalu kamu isi air. Kamu ambil pedang tajam lalu kamu belah air itu pakai pedang tajam kamu tadi. Air terbelah ketika pedang menebas. Namun tak lama air itu menutup kembali seperti semula. Itulah hati ibumu. Itulah hati setiap ibu kepada anaknya.”

“Dan kamu mau menyakiti hati ibu kamu ?. Dengan mengatakan kamu tidak mampu dan ingin menyerah dengan mengatakan kebenaran ?. Benar, hati ibu kamu nanti akan menutup kembali bagai air terbelah pedang tadi. Namun ingat, dia melihat satu hal dari kamu. Kamu anak yang pecundang. Jangan coba-coba belah hati ibumu. Kamu masih berutang air susu ibumu. Paham kamu ?.

Nasehat sopir taksi itu menohok pikiran. Sesampainya di Indonesia, Wowiek terpikir untuk menjual asset-nya. Ia menghitung nilai rumahnya di Cinere beserta 4 mobil yang terparkir di garasi. Jumlahnya belum cukup untuk melunasi hutang ke Bank.

Wowiek bergegas menuju Jatibening. Ia pergi ke kantor Rumah Yatim Indonesia (RYI) yang didirikannya. Sejarahnya begini. Tahun 1996, Wowiek naik haji bersama kedua nenek-nya. Saat membaca Al Qur’an, Ia terhenti pada surat Al Kahfi ayat 82. Ayat itu bercerita tentang dinding rumah milik 2 orang anak yatim yang dibawahnya ada harta benda simpanan. Wowiek mengartikan bahwa di dalam rumah anak yatim itu ada harta. Setibanya di tanah air, Wowiek mendirikan RYI. Kantornya di sebuah ruko bekas Toko Mirah Swalayan. Dulu, Wowiek mengelola 23 toko swalayan. Di kemudian hari, semua tokonya dijual.

Wowiek dan pengurus yayasan memutuskan untuk menjual ruko tersebut. Uangnya digunakan untuk menebus rumah orangtua Wowiek ke Bank. Lalu, operasional RYI dipindah ke Tasikmalaya di atas lahan lain seluas 3 hektar miliknya.

Sebelumnya, Wowiek juga pernah mengalami kesulitan financial. Tahun 1999 hingga 2001, lini usahanya rontok. Gerai money changer-nya kebobolan 2 kali. Kapal barge-nya karam saat perjalanan menuju Kelian Equatorial Mining di Balikpapan dan perusahaan asuransi tidak mau membayar klaimnya. Tungku utama pabrik kapur hydrated lime-nya di Cileungsi retak karena gempa. Traktor di quarry kapur menabrak silo. Perusahaan Wowiek terpaksa file for bankruptcy.

Rumah beserta 4 mobilnya dijual. Hutangnya miliaran. Wowiek frustasi. Marah. Ia merasa telah menjalankan perintah agama, tetapi musibah beruntun tetap menimpanya. Puasa sunnah. Tahajud. Zakat. Mendirikan panti asuhan dan rumah yatim. Semua terasa percuma. Tuhan tidak adil. Wowiek mulai meninggalkan perintah agama.

Wowiek tinggal di rumah kontrakan bersama 2 balitanya yang berumur 4 dan 2 tahun. Istrinya pulang ke rumah mertua. Listrik dicabut PLN. Tidak ada makanan. Tidak ada uang. Debt collector dari 5 perusahaan serta 60 orang investor terus menerus menagih hutang. Wowiek kehilangan akal sehat. Ia siap mati mempertahankan diri jika ada orang yang berani datang ke rumah kontrakan-nya untuk menagih hutang.

Pak Aly (pengurus RYI) yang mendengar kabar tentang itu segera datang ke kontrakan. Ia menyodorkan uang 3 juta sekedar untuk penyambung hidup. Wowiek tersadar. Semua masalah datangnya dari dirinya sendiri. Kemudian, Ia memilih berdamai dengan Tuhan.

Suatu sore, tetangga kontrakan membuang brosur di depan rumah. Dipungutnya brosur itu. Isinya tentang Millionaire Mindset Training di Australia. Wowiek tertarik. Tanpa berpikir panjang, Ia jual motor Tiger, mesin jahit dan beberapa barang untuk ongkos ke negeri kanguru. Biaya training selama 7 hari itu 30 juta rupiah. Tak berhenti sampai di situ, selama setahun Wowiek mengikuti semua training yang diadakan oleh Sandy MacGregor dan School of Mind di India, Hongkong dan Malaysia. Harapannya, setelah training, kondisi perekonomiannya akan membaik. Sandy Mac Gregor merupakan pensiunan kolonel yang beralih profesi menjadi trainer dalam bidang penggunaan kekuatan pikiran bawah sadar.

Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, Wowiek bekerja di PT. Republik Indonesia Funding (sekarang bernama Recapital Advisor yang didirikan oleh Sandiaga Uno dan Rosan Perkasa Roeslani). Suatu pagi, Fathur, anak keduanya, mengajaknya bermain. Jadilah Wowiek cuti dadakan di hari itu. Seharian bermain bersama anaknya, Wowiek merasakan ketenangan.

Keesokan harinya, Ia mengajukan pengunduran diri ke kantor. Ia percaya bahwa uang akan datang tanpa berpikir bagaimana caranya. Ia mulai teracuni oleh millionaire mindset. Dalam Millionaire Mindset Training, ada materi tentang seringnya manusia membatalkan doa. Jika manusia berdoa untuk bisa kaya, seringkali hatinya ragu. Bagaimana caranya bisa kaya ?. Keraguan itu membatalkan doa. Jika berdo’a ingin kaya, jangan pernah membatalkannya.

Sorenya, Wowiek menyiram bunga. Tetiba, seorang tetangga datang menghampiri. Ia hendak menjual motor baru, TV, kulkas, AC dan sisa masa kontrakan rumah seharga Rp. 10 juta. Jual cepat. Karena malamnya, ia harus segera berangkat berlayar. Ia dikontrak bekerja selama 3 tahun dengan gaji 2.500 dollar sebulan. Terjadilah negosiasi. Sepakat. Wowiek membayar semua itu dengan harga Rp. 6 juta. Keesokan hari, Wowiek menjual lagi semua barang itu. Laku Rp. 19 juta. Belum ditambah sisa masa kontrakan rumah selama setahun. Apakah ini yang disebut prosperity consciousness ?.

Sejak bangkrut, uang Rp. 19 juta di tangan itu jumlah yang besar. Wowiek mengajak keluarganya bermain ke Ancol. Di Pasar Seni, Wowiek mengamati sebuah lukisan. Harganya Rp. 3 juta. Tawar menawar. Akhirnya lukisan itu Wowiek bawa pulang dengan mahar Rp. 1 juta.

Suatu ketika, rumah kontrakannya kedatangan tamu. Seorang mahasiswi S3 dari Swedia beserta ibunya. Mereka mampir untuk membeli baju yang dijual oleh istri Wowiek. Ibu dari Swedia itu mengamati lukisan yang terpajang di dinding. Ia bertanya darimana asal lukisan itu. Ia tertarik untuk mengoleksinya. Tak tanggung-tanggung, ibu itu mau membayarnya 10 ribu dollar. Puluhan kali lipat dari harga saat Wowiek membelinya. Wowiek menanyakan alasan, mengapa ibu itu mau membeli lukisannya dengan harga tinggi. “Anyway, Mom. I was wondering, why do you like this painting so much ?”. Ibu itu lantas mengeluarkan sebuah foto usang dari dompet birunya. Ia tunjukkan foto itu. Gadis kecil dengan topi dan bunga di rambut. Rumah tua dan pemandangan. Sangat mirip dengan gambar di lukisan. Ia berkata, “This is me, when I was 5 years old, in my old house in Barcelona before I moved to Swedia later on and got married”. Apakah ini yang disebut prosperity consciousness ?.

Materi lain yang ia peroleh dari Millionaire Mindset Training adalah membuang pikiran negative yang berlawanan dengan kemakmuran. Jika kita masih memendam amarah, maka siklus kehidupan akan looping/memutar di tempat. Wowiek sebelumnya marah kepada salah seorang mitra-nya yang bernama Yudi. Ia kabur setelah gerai money changer-nya tertipu 100.000 dollar. Wowiek memutuskan untuk memaafkan Yudi dan mendo’akannya agar ia sukses dalam kehidupannya. Setelah berlalu sekian lama, Yudi menelpon. Ayahnya sekarat. Ayahnya tahu Yudi ada masalah. Sebelum meninggal, Ia ingin masalah tersebut selesai. Yudi berjanji untuk bertanggung jawab atas hilangnya uang 100.000 dollar itu. Apakah ini yang disebut dengan release power ?.

Wowiek menjelaskan bahwa pikiran manusia terbagi menjadi tiga : pikiran sadar (conscious mind), pikiran bawah sadar (subconscious mind) dan tidak sadar (unconscious). Di antara pikiran sadar dan bawah sadar ada celah yang dikenal dengan Cynaps Gap atau Reticular Activating System (RAS). Data dan fakta masuk ke pikiran sadar di otak kiri. Emosi dan imajinasi ada dalam pikiran bawah sadar di otak kanan. Jika keduanya tersambung oleh RAS, maka terjadilah tindakan. Teori ini bisa menjelaskan fenomena mengapa orang yang berbeda bisa mensikapi informasi yang sama dengan tindakan yang berbeda. Karena pikiran bawah sadar mereka berbeda. Pikiran bawah sadar berisi kepercayaan akan sesuatu (belief system), persepsi, emosi, imajinasi.

Menurut Dr. John G. Kappas, Ph.D, sekitar 12 % tindakan seseorang dipengaruhi oleh pikiran sadar. Selebihnya (88 %) ditentukan oleh pikiran bawah sadar. Sesuatu yang sudah tertanam di pikiran bawah sadar susah untuk dihilangkan. Oleh karena itu, sebaiknya kita menanamkan sesuatu yang positif di alam bawah sadar kita. Jika kita ingin hidup bahagia, sejahtera dan sehat, tentunya kita harus menanamkan ke pikiran bawah sadar kita bahwa kita adalah orang yang bahagia, sejahtera dan sehat.

Apa komentarmu ?

Tulis di sini

Alamat email akan disembunyikan. Terimakasih.


*