[Inspirasi Sukses 21] YOYOK RUBIANTONO : Jualan Panci Bisa Iklan 1 Milyar Per Hari

Bagikan ini ke temanmu :

Yoyok menggelontorkan dana untuk iklan sebuah produk di Facebook dan Instagram antara Rp. 100 – 300 juta per hari. Karena produknya tak cuma satu, ia bisa merogoh kocek hingga Rp. 1 miliar per hari hanya untuk iklan. Produk apa yang dijual ?. Salah satunya panci. Ada juga produk suplemen diet, Armoura Keto, yang omzetnya Rp. 14 miliar per bulan. Ia juga menjual produk elektronik serta produk fashion berbahan kulit. Kemana jualnya ?. Amerika dan banyak negara lain di dunia, kecuali Korea Utara. Ada apa dengan Korea Utara ?. Di negerinya Kim Jong Un itu, rakyat tak bisa mengakses Facebook.

Payung usahanya adalah PT. Yoshugi Media. Yoshugi merupakan singkatan dari nama Yoyok Rubiantono dan istrinya, Sugi Hidayati. Kantor pusatnya di Bantul (Yogyakarta). Karyawannya tersebar di Yogyakarta, Philipina dan Amerika. Philipina dipilih, karena untuk ukuran Asia, penduduknya paling mahir berbahasa Inggris serta gajinya belum terlalu tinggi. Kemampuan berbahasa Inggris sangat penting, karena pangsa pasar Yoshugi terbesar ada di luar negeri.

Yoyok bisa menjual Android TV dalam jumlah yang lebih banyak dibanding penjualan produk yang sama di e-commerce-nya orang terkaya dunia, Jeff Bezos. Padahal, Yoyok menjualnya dengan harga USD 80 dollar alias lebih mahal dibanding harga USD 37 dollar yang dipatok Amazon.com. Kok bisa ?. Kuncinya adalah dengan memberikan unique selling point. Detailnya seperti apa ?. Itu dapur perusahaan. Rahasia.

Sebelum berjualan, Yoyok melakukan riset pasar. Produk apa yang banyak dicari konsumen dan darimana ia bisa memperolehnya. Itulah mengapa ia bisa berjualan panci di Amerika (90 % penjualan Yoyok ke Amerika). Setiap dapur di Amerika butuh panci. Yoyok menjadi dropshipper panci dari sebuah pabrik di Tiongkok. Karena volume penjualannya besar, Ia bisa punya merk sendiri. Modal awalnya Rp. 10 juta. Itupun hutang ke istrinya.

Yoyok lahir di Cepu, 27 Oktober 1979. Lulusan Teknik Elektro dari Universitas Gadjah Mada. Sembari kuliah, Yoyok berprofesi sebagai tukang service AC dan mesin cuci. Salah satu konsumennya kelak menjadi istrinya. Yoyok tertarik dengan bisnis saat masih kuliah. Ia sering membaca buku usai sholat subuh dan maghrib.

Selepas kuliah, Yoyok pernah bekerja sebagai engineer di beberapa perusahaan : Panasonic, General Electric dan Danone. Ia berpikir, untuk menjadi direktur di perusahaan tersebut, bisa jadi rambutnya sudah memutih. Tahun 2011, ia memilih resign. Bersama kawan-kawannya, Yoyok mendirikan perusahaan kontraktor minyak & gas. Ia sering bertugas di Kalimantan. Jauh dari keluarga dan harus hidup di tengah hutan membuatnya tak betah berlama-lama. Tak sampai setahun, Yoyok memutuskan kembali ke Yogyakarta tahun 2012. Ia bertekad menekuni dunia internet marketing yang telah dirintisnya sejak 2006. Bekerja dari rumah.

Yoyok sempat menjadi Google Adsense Publisher. Ia beternak blog alias mengelola puluhan website yang kemudian dimonetisasi agar bisa menghasilkan uang. Caranya dengan mendaftarkan blog ke Google Adsense. Setelah disetujui, Google akan menayangkan iklan di blog yang sudah didaftarkan. Jika ada pengunjung blog yang memencet iklan yang ditayangkan, maka pemilik blog akan mendapatkan uang dari Google. Sistem ini dikenal dengan Pay Per Click (PPC) atau Cost Per Click (CPC). Uang bisa dicairkan (Payment Issued/PI) setelah saldo mencapai minimal USD 100.

Banyak cara yang bisa dilakukan agar pengunjung blog memencet iklan. Cara normal atau biasa disebut whitehat adalah dengan cara menampilkan content yang berkualitas. Dengan cara ini diharapkan pengunjung akan sering berkunjung ke blog lalu memencet iklan yang ditayangkan. Tapi cara ini relative lama dan butuh ketekunan untuk menghasilkan content/tulisan yang disukai oleh banyak orang.

Ada pula cara curang alias blackhat. Caranya bermacam-macam. Mulai dari menggunakan bot untuk memencet iklan secara otomatis. Penggunaan plugin/tools Auto Generate Content untuk menghasilkan content sampah yang dibuat secara otomatis ketika orang melakukan searching di Google. Serta penggunaan berbagai plugin/tools untuk meningkatkan traffic (kunjungan ke blog) melalui blackhat SEO (Search Engine Optimation), seperti : keyword stuffing (menggunakan banyak kata kunci/keyword yang tidak berkaitan dengan content bog), paid backlink (membayar agar tautan/link blog ditampilkan di website lain), spamming (menaruh tautan blog dengan cara memperbanyak komentar di website lain). Intinya adalah mendapatkan uang dari Google dengan memanfaatkan kelemahan sistem Google.

Selain menjadi publisher, Yoyok juga menekuni affiliate marketing. Istilah awamnya adalah makelar. Ia menjual produk orang lain lalu mendapat komisi tiap ada produk/jasa yang terjual. Pada saat itu, affiliate yang banyak diminati orang adalah affiliate game, clickbank, amazon.com serta tools/plugin. Yoyok juga mendirikan CPAindo.com dan indoCPA.com. CPA merupakan singkatan dari Cost Per Action. Istilah yang lekat dengan dunia affiliate marketing.

Uangnya mengalir deras ketika Yoyok berhasil menjual berbagai produk kebutuhan rumah tangga ke luar negeri. Promosinya dengan cara beriklan di Facebook Ads seperti yang telah dipaparkan di awal tulisan ini. Tahun 2014 – 2016, Yoyok sempat melakukan cara curang (blackhat) yang dilarang oleh Facebook. Untung besar. Profit bisa 50% dari spend (biaya yang dikeluarkan). Tapi resikonya adalah terkena suspend (diberhentikan) oleh Facebook.  Sadar akan resiko tersebut, Yoyok menerapkan praktek whitehat. Keuntungannya, Yoyok difasilitasi training oleh Facebook serta diberi kemudahan dalam pembayaran biaya iklan untuk pengembangan bisnisnya. Belakangan, Yosughi Media meluncurkan 2 online shop terbaru. Zetira.com untuk pasar luar negeri dan Zetira.id untuk pasar dalam negeri.

Internet marketer menjadi profesi yang banyak ditekuni orang satu dasawarsa ini. Banyak orang bisa kaya meski hanya bekerja dari rumah. Bahkan ada guyonan yang menyatakan, “Bekerja keraslah kamu, sampai tetanggamu mengira bahwa kamu pelihara tuyul”.

Apa komentarmu ?

Tulis di sini

Alamat email akan disembunyikan. Terimakasih.


*