[Inspirasi Sukses 22] WILLIAM TANUWIJAYA : Sulitnya Membangun Kepercayaan

William-Tanuwijaya
Bagikan ini ke temanmu :
Share

Majalah Globe Asia 2018 menempatkan nama William Tanuwijaya sebagai orang terkaya Indonesia nomor 148 dengan taksiran kekayaan sebesar USD 130 juta atau sekitar Rp. 1,8 triliun. Marketplace besutannya – Tokopedia.com – merupakan salah satu startup unicorn Indonesia yang meraih pendanaan lebih dari USD 1 miliar atau sekitar Rp. 14 triliun. Tokopedia berada di peringkat pertama dalam hal kunjungan e-commerce di Indonesia dan nomor tiga di Asia Tenggara menurut data iPrice. Tak kurang dari 140 juta kunjungan sebulan. Sebanyak 5,9 juta penjual menawarkan 15 juta jenis produk di Tokopedia. Layanannya telah menjangkau 97 % kecamatan di seluruh Indonesia. Pada bulan Mei 2019 saja (momentum Ramadhan Extra), Tokopedia berhasil membukukan transaksi senilai Rp. 18,5 triliun. Di balik itu semua, Tokopedia mempekerjakan 3.200 nakama (sebutan karyawan Tokopedia).

William Tanuwijaya lahir di Pematang Siantar (Sumatera Utara), 11 November 1981. Lulus SMA, William melanjutkan kuliah di jurusan Teknik Informatika Universitas Bina Nusantara. Perjalanan via darat dan laut dari Belawan ke Jakarta ditempuh selama 4 hari. Dulu, kakeknya seorang pebisnis. Tapi bangkrut. Saat menginjak semester II, ayahnya jatuh sakit. William mencari uang tambahan dengan menjadi penjaga warung internet (warnet) shift malam. Jaga dari jam 9 malam hingga 9 pagi.

Tahun 2003, William lulus sarjana. Ia bekerja sebagai Game Developer di PT. Boleh Net Indonesia. 4 bulan berikutnya, Ia pindah ke PT. Signet Pratama sebagai Software Developer. Pindah lagi ke PT. Sqiva System. Terakhir bekerja sebagai IT and Business Manager di PT. Indocom Mediatama hingga Desember 2008.

Pada tahun 2007, William tercetus ide untuk membuat tempat jual beli online terpercaya. Saat itu, netizen di sebuah forum jual beli sedang heboh lantaran pengelola RekBer (rekening bersama/escrow) membawa lari uang pembeli. Namun, ide itu tak kunjung terlaksana. Tak ada yang mau mendanai ide gilanya. Orang selalu meremehkan masa lalu William yang bukan berasal dari keluarga kaya, tak punya pengalaman bisnis, berpendidikan biasa (bukan lulusan luar negeri), serta saat itu belum ada role model atau succes story orang bisa kaya dari internet di Indonesia.

Dua tahun berlalu. Akhirnya, Ia eksekusi idenya bersama rekan kerjanya, Leontinus Alpha Edison asal Pontianak (Kalimantan Barat). Modal awal diperoleh dari atasan tempat mereka bekerja, Victor Fungkong. Didirikan pada 06 Februari 2009, Tokopedia diluncurkan pada 17 Agustus 2009. Tokopedia menempati kantor di Jakarta Barat yang biaya kontraknya Rp. 12 juta setahun. Bulan pertama, Tokopedia membukukan transaksi Rp. 33 juta dari 509 penjual dan 4560 anggota (pembeli). Tahun pertama, transaksinya tembus Rp. 5,9 miliar dengan 4.659 penjual dan 44.785 pembeli.

Victor Fungkong selaku CEO PT. Indonusa Dwitama merupakan investor pertama Tokopedia. Ia bukan pemain baru. Victor  pernah membangun startup di Amerika sekitar tahun 2000. William dan Leon semula adalah karyawan Indocom Group, kelompok usaha yang dikelola Victor. Tak hanya pendanaan, Victor juga aktif memberikan ide serta hasil riset untuk pengembangan Tokopedia. Victor pula yang mendaftarkan hak merk Tokopedia serta membuat akta perusahaan PT. Tokopedia. Ia menggelontorkan dana Rp. 2,4 miliar atau sekitar 80 % saham. Operasional keuangan, akuntansi dan legalitas Tokopedia dibantu oleh karyawan Victor di PT. Indonusa Dwitama. Victor merupakan sarjana hukum jebolan Universitas Indonesia yang meraih gelar master dari Columbia University Law School (New York). Pada tahun 1991 hingga 1998, Victor menjadi managing partner di Makarim & Taira S. Sebuah kantor hukum terkenal yang salah satu pendirinya adalah Nono Anwar Makarim, master hukum dari Harvard University, ayah dari Nadiem Makarim (founder Gojek).

“Orang-orang yang menolak saya biasanya hanya bertanya soal masa lalu yang tentu saja tak bisa saya ubah. Tapi Masayoshi San (pemimpin SoftBank) tidak seperti itu. Dia bertanya soal apa yang bisa saya lakukan di masa depan. Dia tidak peduli tentang masa lalu saya”, jelas William. Kemampuan berbahasa Inggris William yang biasa saja diduga menjadi salah satu penyebab gagalnya Tokopedia menggandeng investor dari Eropa atau Amerika. Tapi, ia berhasil menggaet investor Asia yang juga tak mahir berbahasa Inggris.

Kini, Tokopedia diminati oleh banyak investor. Menurut data CrunchBase.com, investor pertama Tokopedia adalah Indonusa Dwitama (2009), lalu East Ventures (2010), CyberAgent Capital senilai USD 700 ribu (2011), Beenos Partners (2012), SoftBank Ventures Asia (2013). SoftBank Telecom Corp sebesar USD 100 juta (2014), Alibaba Group USD 1,1 miliar (2017), serta Alibaba Group & SoftBank Vision Fund sebesar USD 1,1 miliar (2018). Konon, saham William di Tokopedia tinggal 5,6 %. Sementara Leon hanya memegang 2,3 %.

Pendanaan startup tahap awal (seed round) biasanya digunakan untuk mendirikan kantor yang representatif, prototipe produk dan perekrutan karyawan. Berikutnya, pendanaan putaran angel investor (angel round) digunakan untuk uji coba produk. Pendanaan berikutnya adalah putaran seri A (series A round) yang digunakan untuk mencari model bisnis yang tepat. Pendanaan putaran seri B (series B round) digunakan untuk ekspansi/memperluas jangkauan bisnis. Setelah melewati tahap ini, biasanya startup sudah mulai established. Pendanaan putaran berikutnya, seri C, D, E, F, G, H dan seterusnya, selain digunakan untuk ekspansi juga untuk menjalankan operasional startup yang semakin membesar.

Sebuah startup disebut unicorn jika memiliki valuasi lebih dari USD 1 miliar (sekitar Rp. 14 triliun). Indonesia menyumbang 3 dari 300 startup unicorn dunia, yaitu : Tokopedia, Traveloka dan Bukalapak. Startup yang memiliki valuasi lebih dari USD 10 miliar disebut decacorn. Gojek menjadi wakil Indonesia sebagai bagian dari 19 decacorn dunia seperti : Uber, Airbnb, SpaceX, Pinterest dan Grab. Adapun startup dengan valuasi lebih dari USD 100 miliar disebut hectocorn.

Saat awal Tokopedia beroperasi, William menerima gaji Rp. 3 juta per bulan. Kemudian naik jadi Rp. 6 juta. Naik lagi jadi Rp. 9 juta dan seterusnya. Meski menjabat CEO, gajinya bukan yang tertinggi. Ada nakama yang gajinya lebih tinggi dari William karena ia merupakan tenaga expert dari luar negeri yang sebelumnya pernah digaji tinggi. Tahun 2014, William masih tinggal di rumah yang kalau kehujanan atapnya bisa jatuh. Kedepan, William ingin menjadikan Tokopedia dikenal karena fungsi dan impactnya terhadap lingkungan, siapapun CEO-nya. William merasakan sulitnya membangun kepercayaan di awal. Filosofinya adalah terus berusaha memberikan kesempatan kepada setiap individu di Indonesia untuk memulai bisnis dengan mudah dan gratis.

Apa komentarmu ?

Tulis di sini

Alamat email akan disembunyikan. Terimakasih.


*