Mengenal Daging Merah Putih

Daging Merah

Jerapah, singa, serigala, buaya, kucing dan gajah merupakan hewan berkaki empat. Tetapi, kita tidak sedang membicarakan kebun binatang. Tulisan ini hanya mengulas tentang hewan berkaki empat yang sering dikonsumsi oleh manusia, seperti : sapi, kambing, kerbau (dan babi).

Orang barat menggunakan istilah red meat (daging merah) untuk menyebut daging sapi atau kambing. Daging merah mengandung protein lengkap, vitamin B dan zat besi. Namun, red meat juga mengandung lemak jenuh dalam jumlah yang cukup tinggi.

Jika anda penggemar sate (sapi, kambing atau ayam), anda dianjurkan untuk menyukai sayuran dan buah-buahan. Mengapa? Karena daging yang terbakar akan menghasilkan senyawa aminocyclic/heterocyclic amine (protein terbakar) yang merupakan radikal bebas. Radikal bebas inilah yang membuat sel cepat tua dan memicu terjadinya kanker. Vitamin A, C dan E (antioksidan) yang terkandung di dalam sayur dan buah dipercaya mampu melawan aktifitas radikal bebas tersebut.

Masih tentang sate. Lemak daging yang menetes di atas arang membara akan menghasilkan asap yang mengandung polycyclic aromatic hydrocarbon (PAH) yang juga diduga bersifat karsinogenik (memicu kanker). Oleh karena itu, usahakan membakar sate sesingkat mungkin. Caranya bisa dengan memperkecil ukuran daging atau memanggangnya terlebih dahulu di dalam oven. Usahakan untuk menggunakan daging sedikit lemak sebagai bahan baku sate.

Daging sapi yang normal berwarna merah cerah, keras/kenyal tapi tidak kaku, seratnya halus dan lemaknya berwarna kekuningan. Adapun daging yang berwarna gelap dan kaku biasanya menunjukkan bahwa sapi disembelih saat stres atau kehabisan tenaga.

Daging sapi yang berwarna merah pucat, lembek berair/basah, serta mengalami susut bobot yang cukup banyak jika didiamkan, merupakan tanda-tanda bahwa daging sapi tersebut berasal dari sapi “glonggongan”. Sapi ini dipaksa minum air berliter-liter sebelum disembelih, agar bobotnya naik. Seringkali sapi mengalami sesak nafas akibat dipaksa minum air yang jumlahnya melebihi kapasitas lambung sapi (10 – 20 liter). Bahkan tak jarang sapi tersebut mati sebelum disembelih. Selain tidak berperikehewanan, daging seperti ini mudah membusuk. Adapun daging sapi yang berwarna coklat tua, tidak kenyal dan berbau busuk biasanya berasal dari sapi yang mati sebelum disembelih.

Daging kambing berwarna merah muda, seratnya lembut dan halus, lemaknya keras/kenyal dan berwarna putih kekuningan. Daging kambing memiliki aroma khas (prengus).

Jika dibandingkan dengan daging sapi, daging kerbau berwarna lebih tua dan seratnya lebih kasar. Lemak kerbau berwarna kuning dan keras.

Warna daging babi bervariasi dari merah muda hingga perak kemerah-merahan. Seratnya halus dan kompak, lemaknya putih jernih serta lunak dan mudah mencair pada suhu ruang.

Waspadalah terhadap peredaran daging yang berbahaya, diantaranya : daging dari hewan penderita penyakit sapi gila dan anthrax, daging celeng yang “disulap” menjadi daging sapi hingga daging sapi busuk.

Untuk penggunaan rumah tangga, daging sebaiknya disimpan pada suhu dibawah 4 ºC (refrigerator). Sedangkan untuk penyimpanan jangka panjang (6 hingga 12 bulan), seperti yang biasa dilakukan di pabrik-pabrik pengolahan, daging sebaiknya disimpan pada suhu -18 hingga -24 ºC (freezer).

Daging Putih

Ayam lagi, ayam lagi. Dari resto mewah hingga pedagang kaki lima, ayam hampir pasti merupakan menu wajib. Ada ayam bumbu kecap, ayam goreng, sate ayam, kari ayam, soto ayam, mie ayam dan sebagainya. Di negara Barat, istilah white meat (daging putih) ditujukan untuk menyebut daging unggas.

Jika Anda ingin membeli daging ayam dalam bentuk utuh, amati bagian lehernya. Apakah dua uratnya telah terputus? Urat terputus menandakan bahwa ayam tersebut disembelih. Karena ada juga ayam/bebek yang tidak disembelih melainkan ditusuk lehernya (daging seperti ini haram bagi umat Islam).

Daging ayam normalnya berwarna merah muda – putih yang tersebar merata di semua bagian. Teksturnya kenyal, aroma amis khas ayam. Kulit berwarna putih atau kekuningan. Mata cerah dan jernih.

Kulit ayam yang sudah tidak segar biasanya berwarna kuning. Sedangkan bangkai ayam (ayam yang mati sebelum disembelih) berwarna merah tua (cenderung hitam) tidak merata dan terpusat pada bagian tertentu (terutama sayap). Teksturnya lembek. Kulit mudah terkelupas. Aroma menusuk. Saat dipotong, dari sendi/tulang keluar gumpalan darah. Hati-hati, terkadang bangkai ayam juga dijual di pasar lho. Bangkai ini dikenal dengan istilah ayam ”tiren” (mati kemaren).

Masaklah daging hingga benar-benar matang. Karena daging ayam (terutama ayam kampung) yang kurang matang, rawan ditumbuhi Salmonella sp. Jika dimakan bisa menyebabkan diare, demam dan kejang perut.

Paha ayam, kulit dan jeroan (hati dan ampela) mengandung kolesterol dalam jumlah yang cukup tinggi. Jika Anda ingin mengurangi asupan kolesterol, jauhilah ketiga bagian tersebut. Selain itu, jeroan juga mengandung purin yang menjadi pantangan bagi penderita asam urat. Cakar ayam terdiri dari tulang, kulit dan kolagen. Tulang mengandung kalsium dan phospor. Sedangkan kolagen mengandung asam amino prolin dan hidroksiprolin. Semua itu merupakan unsur penting bagi pertumbuhan balita. Jadi, tak ada salahnya memberikan cakar ayam rebus kepada anak-anak.

Komentar dari pengguna Facebook
Bagikan ini ke temanmu :
Share

Apa komentarmu ?

Tulis di sini

Alamat email akan disembunyikan. Terimakasih.


*