Tentang

Selamat datang di Poentjak Weg !

Untuk bisa menikmati semua fitur di situs ini, kamu hanya perlu Log in. Itu saja.

Kamu bisa Log in jika kamu sudah “register” di situs ini. Hubungi kami jika kamu belum berhasil Log in.

Di Poentjak Weg, kamu tidak hanya disuguhi artikel menarik saja. Uniknya, kamu bisa berinteraksi di situs ini seperti layaknya berinteraksi menggunakan media sosial terkemuka di Jejaring Sosial. Kamu bisa berteman, update status dan saling mengirim pesan. Rame dan seru, kan ?. Kamu juga bisa melakukan jual beli di Pasar Puncak. Info lalu lintas Puncak juga ada di sini. Pokoknya komplit deh.

Dahsyatnya lagi, semua aktifitas yang kamu lakukan di Poentjak Weg akan dinilai menggunakan sistem point. Point kamu akan bertambah tiap kali kamu melakukan aktifitas positif seperti membaca, komentar, posting dan sebagainya. Tapi, point kamu akan berkurang jika kamu menghapus komentar, melakukan provokasi berbau SARA (suku, agama, ras dan antar golongan), komentar tidak sopan serta diduga memperoleh point dengan cara yang tidak semestinya.

Jumlah point (biji) yang kamu peroleh akan menentukan jenjang keanggotaan kamu di Poentjak Weg. Silahkan cek profil kamu. Jenjang keanggotaan di Poentjak Weg (diurutkan dari jenjang terendah ke jenjang tertinggi) adalah sebagai berikut :

1. Saya mah apa atuh

2. Pembaca Setia

3. Juragan

4. Pejuang Tangguh

5. Jendral

6. Pahlawan Negeri

Kamu juga bisa mendonasikan sebagian point yang kamu miliki kepada anggota lain.

Kumpulkan point sebanyak-banyaknya. Jika kamu beruntung, sebagian point kamu bisa ditukar dengan produk/jasa dari sponsor kami.

Mengapa dinamakan Poentjak Weg ?.

Poentjak Weg bermakna Jalan Puncak (Weg = jalan, bahasa Belanda). Jalan ini terbentang sepanjang Ciawi, Megamendung, Cisarua dan Cipanas. Keistimewaan dari jalan ini terangkum dalam 5 huruf saja, yaitu : M A C E T. Ya, Macet. Wisatawan asal Bogor, Jakarta, Bandung, Depok, Tangerang, Bekasi serta beberapa kota di Indonesia bahkan mancanegara (terutama Timur Tengah) seringkali memadati jalan ini pada hari libur. Hampir pasti, berita tentang kemacetannya ditayangkan di televisi nasional.

Konon, jalan ini pernah dilewati oleh pasukan Mataram saat menyerang Kompeni di Batavia sekira tahun 1628. Pada saat itu, kondisi jalan Puncak masih susah dilalui kendaraan. Jalan menanjak mengharuskan pengendara mengganti kuda setelah menempuh 10 km perjalanan. Bahkan di beberapa titik tertentu, kuda harus dibantu oleh kerbau untuk bisa menarik kereta. Hingga kemudian Gubernur Jendral Herman Willem Daendels memperbaiki Jalan Puncak sekira tahun 1808. Rute Batavia РCipanas berjarak kurang lebih 80 km yang sebelumnya ditempuh dalam waktu 8 hari perjalanan menggunakan kereta kuda dipersingkat menjadi hanya sekira 10 jam saja. Sejak saat itu, kawasan Puncak yang semula berwujud hutan, disulap menjadi perkebunan dan tempat peristirahatan. Sejarah Jalan Puncak dimulai. Di sini, Poentjak Weg bermula. Kami ada di sini, untuk berbagi.

Ayo, rame-rame ! Ayo, seru-seru !

Posko Poentjak Weg :

Kavling no A25
Kp. Cipayung 01/04, Ds. Cipayung Girang
Kec. Megamendung, Bogor 16770

email : [email protected]

Hubungi kami :

Namamu

Emailmu

Judul

Pesan

Bagikan ini ke temanmu :
Share

Apa komentarmu ?

Tulis di sini

Alamat email akan disembunyikan. Terimakasih.


*