Tentang

Bagikan ini ke temanmu :
Share

Selamat datang di PoentjakWeg !

Untuk bisa menikmati semua fitur di situs ini, kamu hanya perlu Log in. Itu saja.

Kamu bisa Log in jika kamu sudah “register/daftar” terlebih dahulu di situs ini. Hubungi kami jika kamu belum berhasil Log in.

Di PoentjakWeg, kamu tidak hanya disuguhi artikel menarik saja. Uniknya, kamu bisa berinteraksi di situs ini seperti layaknya berinteraksi menggunakan media sosial terkemuka di Jejaring Sosial. Kamu bisa berteman, update status dan saling mengirim pesan. Rame dan seru, kan ?. Kamu juga bisa melakukan jual beli di Pasar Puncak. Info lalu lintas Puncak juga ada di sini (info kemacetan Puncak). Pokoknya komplit deh.

Dahsyatnya lagi, semua aktifitas yang kamu lakukan di PoentjakWeg akan dinilai menggunakan sistem point. Point kamu akan bertambah tiap kali kamu melakukan aktifitas positif seperti membaca, komentar, posting dan sebagainya. Tapi, point kamu akan berkurang jika kamu menghapus komentar, melakukan provokasi berbau SARA (suku, agama, ras dan antar golongan), komentar tidak sopan serta diduga memperoleh point dengan cara yang tidak semestinya.

Jumlah point (biji) yang kamu peroleh akan menentukan jenjang keanggotaan kamu di PoentjakWeg. Silahkan cek profil kamu. Jenjang keanggotaan di PoentjakWeg (diurutkan dari jenjang terendah ke jenjang tertinggi) adalah sebagai berikut :

1. Saya mah apa atuh

2. Jongos

3. Juragan

4. Pendekar

5. Guru

6. Pahlawan

Kamu juga bisa mendonasikan sebagian point yang kamu miliki kepada anggota lain.

Kumpulkan point sebanyak-banyaknya. Jika kamu beruntung, sebagian point kamu bisa ditukar dengan produk/jasa dari sponsor kami.

Mengapa dinamakan PoentjakWeg ?.

PoentjakWeg bermakna Jalan Puncak (Weg = jalan, bahasa Belanda). Konon, jalan ini pernah dilewati oleh pasukan Mataram saat menyerang Kompeni di Batavia sekira tahun 1628. Pada saat itu, kondisi jalan Puncak masih susah dilalui kendaraan. Jalan yang menanjak mengharuskan pengendara mengganti kuda setelah menempuh jarak 10 km perjalanan. Bahkan di beberapa titik, kuda harus dibantu oleh kerbau untuk bisa menarik kereta. Hingga kemudian Gubernur Jendral Herman Willem Daendels memperbaiki Jalan Puncak sekira tahun 1808. Rute Batavia – CipanasĀ berjarak kurang lebih 80 km yang sebelumnya ditempuh dalam waktu 8 hari perjalanan menggunakan kereta kuda dipersingkat menjadi hanya sekira 10 jam saja. Sejak saat itu, kawasan Puncak yang semula hutan, berubah menjadi perkebunan dan tempat peristirahatan.

Kini, banyak lembaga maupun perorangan yang membuat tempat pelatihan maupun peristirahatan di kawasan ini. Sekarang, jutaan wisatawan domestik maupun mancanegara (terutama dari Timur Tengah) berkunjung ke sini setiap tahunnya. Bahkan, ribuan pengungsi dari negeri-negeri yang dilanda konflik di dunia juga ada di sini.

Jalan ini menjadi saksi betapa sebagian orang melewati jalan ini dengan kendaraan mewah (sebut saja Hummer, Ferrari, Lamborghini, dsb). Demikian pula, jalan ini juga menjadi saksi betapa sebagian orang melewati jalan ini dengan sederhana.

Kami ada di sini. Untuk berbagi.

Posko Poentjak Weg :

Kavling no A25
Kp. Cipayung 01/04, Ds. Cipayung Girang
Kec. Megamendung, Bogor 16770

email : [email protected]

Hubungi kami :

Namamu

Emailmu

Judul

Pesan

Apa komentarmu ?

Tulis di sini

Alamat email akan disembunyikan. Terimakasih.


*