Waspadai Bahaya Keracunan Makanan Dengan 7 Cara Ini

Ratusan karyawan pusing-pusing setelah makan siang di kantin perusahaan. Puluhan anak SD mual-mual setelah mengonsumsi susu kotak. Ada apa gerangan? Keracunan makanan.

Gejala umum yang ditimbulkan akibat racun/toksin bakteri adalah penglihatan kabur, muntah-muntah, kejang, demam, badan lemas, tekanan darah rendah, sakit perut dan diare. Gejala ini bisa muncul dalam 1–36 jam setelah konsumsi makanan yang terkontaminasi toksin bakteri. Beberapa bakteri penghasil toksin diantaranya adalah Staphylococcus aureus, Clostridium perfringens, Bacillus cereus dan Clostridium botulinum. Bakteri yang disebut terakhir (biasa ditemukan pada produk makanan kaleng) merupakan penghasil toksin botulinin yang dapat menyebabkan kematian. Selain itu, ada juga Pseudomonas cocovenenans yang biasa terdapat pada tempe bongkrek.

Produk daging, ikan, telur dan susu berisiko tercemar bakteri, karena kandungan proteinnya yang tinggi. Selain bakteri yang telah disebut di atas, masih ada beberapa bakteri yang merugikan kesehatan manusia, diantaranya : Salmonella sp., Shigella sp., Leuconostoc monocytogenes dan Eschericia coli. Bakteri Salmonella typhi merupakan penyebab penyakit typhus, sedangkan Eschericia coli merupakan penyebab diare yang sering dijumpai di air kotor. Ada lagi Vibrio cholerae penyebab kolera serta Mycobacterium tubercolosis penyebab TBC.

Untuk mencegah keracunan makanan (intoksinasi) maupun infeksi penyakit akibat mikroorganisme, silahkan coba tips berikut ini :

  1. Jika ingin membeli produk segar, pilihlah produk yang masih segar. Jika ingin membeli produk makanan kaleng, lihat dulu kondisi kalengnya. Kaleng yang kembung menandakan produk telah tercemar mikroorganisme (awas, botulinin paling sering ditemui dalam makanan kaleng). Jangan pilih kaleng yang penyok ataupun tergores. Produk berbau busuk atau berlendir merupakan tanda bahwa produk tidak layak dikonsumsi. Jangan lupa pula untuk memeriksa tanggal kadaluarsanya.
  1. Gunakan hanya air bersih untuk mencuci dan memasak. Pastikan peralatan masak yang digunakan selalu bersih sebelum digunakan. Sebaiknya, pisau direndam dalam air panas (suhu lebih dari 82 ºC) sebelum digunakan. Setelah memotong daging/ikan mentah, pisau sebaiknya segera dicuci. Begitupula dengan tangan anda.
  1. Hindari kontak antara makanan dengan orang yang menderita penyakit pernafasan, berjerawat, luka bakar atau lecet. Jangan biarkan lalat dan serangga menempel pada makanan.
  1. Jangan biarkan daging/ikan/susu terlalu lama dibiarkan di suhu kamar. Jika daging/ikan tidak ingin segera dimasak, kecilkan ukurannya (dipotong-potong) kemudian simpan ke dalam lemari pendingin (suhu maksimum 7,2 ºC).
  1. Saat ingin digunakan, lakukan thawing (mengembalikan daging ke kondisi semula, setelah dikeluarkan dari lemari pendingin). Sebaiknya thawing jangan dilakukan di suhu ruang (dalam kondisi terbuka) terlalu lama, lebih baik gunakan oven microwave.
  1. Masaklah makanan dengan suhu di atas 73,9 ºC (suhu di atas 100 ºC lebih menjamin makanan terbebas dari mikroorganisme beserta sel vegetatifnya).
  1. Pisahkan makanan mentah dengan yang matang untuk menghindari kontaminasi silang.

Selain bakteri, kapang juga bisa menyebabkan keracunan. Kapang mudah tumbuh pada makanan berkadar air tinggi dan berkarbohidrat, misal : susu bubuk, keju, telur, manisan buah, jus buah, roti, kue serta rempah-rempah. Pertumbuhan kapang ditandai dengan munculnya bintik hitam atau hijau pada makanan. Agar terhindar dari kapang, simpanlah makanan ke dalam tempat yang sejuk dan kering (misal : lemari pendingin).

Komentar dari pengguna Facebook
Bagikan ini ke temanmu :
Share

Apa komentarmu ?

Tulis di sini

Alamat email akan disembunyikan. Terimakasih.


*